Pernyataan Sikap Rabithah Awaliyah Atas Tewasnya Laskar FPi

155

Jakarta, Muslim Obsession – Kalangan ormas Rabithah Awaliyah bersikap atas meninggalnya enam anggota Front Pembela Islam atau FPI di tangan anggota polisi. Ormas yang sangat dekat dengan kalangan Habaib ini menyatakan sikap mengutuk peristiwa ini.

Mereka meminta segara dibentuk tim independen yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat sipil guna mengungkap peristiwa tersebut secara fair dan berimbang.

Berikut pernyataan resminya:

PERNYATAAN SIKAP DPP RABITHAH ALAWIYAH

Tentang Peristiwa Hilangnya Nyawa 6 Warga Negara di Tol Jakarta-Cikampek

Menyikapi peristiwa yang mengusik rasa kemanusiaan di Tol Jakarta-Cikampek maka DPP Rabithah Alawiyah mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga 6 Laskar FPI. Semoga Almarhum diberi tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.

2. Mengecam segala bentuk tindak kekerasan dan pelanggaran HAM yang menimpa warga negara.

3. Meminta pemerintah turun tangan langsung untuk merespons rentetan kasus yang telah menyebabkan nyawa warga negara hilang.

4. Meminta dibentuknya tim independen yang terdiri dari berbagai komponen masyarakat sipil guna mengungkap peristiwa tersebut secara fair dan berimbang.

5. Menyerukan kepada seluruh pihak agar menahan diri dari sikap-sikap yang memperkeruh situasi.

6. Mengingat kondisi yang terjadi akhir-akhir ini, maka diimbau agar seluruh pihak bisa menunjukkan kebijaksanaan serta kedewasaan dalam bertindak sesuai dengan koridor hukum negara yang menjunjung tinggi perlindungan HAM.

7. Mengimbau seluruh pihak agar mengedepankan dialog dalam merespons persoalan terkait sosial-kebangsaan.

Rabithah memandang situasi saat ini adalah saat yang mana seluruh dunia bersatu untuk melawan pandemi Covid-19. Apalagi sesama warga negara Indonesia yang seharusnya saling bersinergi, bahu-membahu, dan bergotong royong guna bangkit dari pandemi Covid-19. Musuh negara sesungguhnya adalah orang-orang yang mengambil kesempatan di tengah kesulitan rakyat kala pandemi. Korupsi dan ketidakadilanlah yang harus menjadi musuh bersama. Sedangkan kemanusiaan hendaknya merupakan prinsip yang mesti dijunjung tanpa mengenal asal usul suku, ras, agama, maupun asal usul ormas.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud ekspresi keprihatinan bersama.

Jakarta, 8 Desember 2020.

DPP Rabithah Alawiyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here