Pernyataan Muhammadiyah Atas Tragedi di Sri Lanka

306
Warga Sri Lanka berduka atas tragedi bom pada Ahad (21/4/2019)

Jakarta, Muslim Obsession – Di akhir Pekan Suci, Ahad 21 April 2019, umat Kristiani di seluruh dunia dikejutkan oleh tindak kejahatan terorisme yang terjadi di Sri Lanka.

Bom meledak di tiga tempat: Gereja St. Anthony, Gereja Katolik St. Sebastian, dan Gereja Protestan Zion. Ledakan juga terjadi di tempat umum seperti hotel. Sementara bahan peledak ditemukan di sebuah tempat dekat bandara.

Aksi teror itu mengoyak rasa kemanusiaan global, mengancam perdamaian serta keharmonisan dan persaudaraan umat beragama.

Menyikapi peristiwa yang menyebabkan nyaris 300 orang meninggal, dan sekitar ratusan orang luka, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras pelaku tindak kejahatan terorisme di Sri Lanka yang telah menimbulkan korban umat Kristiani yang sedang beribadat dan warga masyarakat internasional yang tengah berada di negara tersebut. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berharap para pelaku tindak kejahatan tersebut segera bisa ditangkap dan diadili serta dihukum berdasarkan pada undang-undang yang berlaku.
  2. Mendukung setiap langkah Pemerintah Sri Lanka dalam upaya penyelamatan para korban serta pemulihan situasi keamanan dalam negeri demi pulihnya situasi normal.
  3. Mengimbau Pemerintah Indonesia dan seluruh warga negara agar senantiasa waspada bahwa dinamika perkembangan global, terutama yang berkaitan dengan tindak kejahatan terorisme, masih merupakan ancaman yang serius. Oleh karena itu otoritas keamanan perlu bersinergi-kerja dengan masyarakat sipil, termasuk organisasi sosial keagamaan.
  4. Menyeru kepada seluruh umat manusia untuk senantiasa menjunjung prinsip dan nilai perdamaian serta menghormati harkat dan martabat kemanusiaan.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here