Pernyataan 40 Masjid Terpapar Radikalisme Dapat Meresahkan Masyarakat

603
Cholil Nafis (Foto: Panjimas)

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua Komisi Dakwah MUI Cholil Nafis menanggapi terkait pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terkait 40 masjid yang terpapar radikalisme, menurut dia pernyataan itu malah dapat meresahkan masyarakat.

“Kalau begini hanya membuat was-was, masyarakat bertanya-tanya, jadi tidak kondusif. Kalau tidak mau buka, ya tidak usah ngomong, hanya buat masyarakat resah,” ujar Cholil kepada wartawan, Rabu (6/6/2018).

Seharusnya, kata dia, temuan Pemprov DKI Jakarta langsung dikomunikasikan ke MUI tanpa harus dilempar ke publik, maka dari itu Sandiaga diminta untuk membeberkan temuan yang telah diungkapkan agar tak menimbulkan keresahan berlanjut di masyarakat.

“Saya berharap pada orang yang memberi masukan atau pemerintah yang menyebut, harus menjelaskan masjid yang radikal di mana saja agar masyarakat berhati-hati. Lalu jelaskan yang dimaksud radikal itu seperti apa,” katanya.

Cholil menambahkan MUI siap membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pembinaan di masjid-masjid yang terpapar radikalisme tersebut.

Sebelumnya Sandi menyebut ada 40 masjid di Jakarta yang terpapar radikalisme. Ucapannya ini mengutip pernyataan Azyumardi Azra saat menghadiri undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana, Senin (4/6/2018).

Sandi menjelaskan masjid-masjid tersebut menghadirkan penceramah-penceramah yang menyampaikan ujaran memecah belah umat.

“Banyak (alasan dianggap radikal), mulai dari ujaran-ujaran memecah belah, kebencian, dan sebagainya,” kata Sandi. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here