Perjuangan Nafisah Mempertemukan Cinta Khadijah dengan Nabi Muhammad

645

Jakarta, Musilm Obsession – Siti Khadijah adalah perempuan keturunan bangsawan yang dihormati oleh masyarakat Arab. Sebelum bertemu dengan Nabi Muhammad, Khadijah dalam sebuah riwayat selalu membaca kitab Injil dan Taurat yang membicarakan tentang adanya Nabi Akhir zaman bernama Muhammad. ia begitu menantikan kehadiran Nabi.

Bahkan saking senangnya, Ia tidak membaca kitab atau buku lain kecuali tentang cerita kedatangan utusan Allah yang paling mulia itu. Karenanya begitu mendengar ada seorang anak muda bernama Muhammad, ia begitu sangat senang, Khadijah langsung berupaya untuk bisa dekat dengan Nabi, salah satunya memintanya untuk membantu berdagang.

Khadijah sangat yakin Muhammad yang ikut bekerja bersamanya adalah seorang Nabi yang selama ini dirindukan. Ia tidak bisa menyembunyikan perasaan cintanya kepada Nabi. Namun karena perbedaan umur dan kemuliannya, ia merasa sangat minder untuk bisa memiliki Nabi. Ia pun meminta tolong kepada Nafisah binti Munyah untuk merayu.

Nafisah memiliki peran penting dalam terwujudnya pernikahan Nabi Muhammad dengan sahabatnya itu. Semula Sayyidah Khadijah curhat kepada Nafisah perihal perasaannya terhadap Nabi Muhammad. Ia masih minder merasa tidak pantas untuk bisa memiliki Nabi Muhammad, karena akhlaknya begitu mulia. Namun ia juga tidak bisa membendung perasaanya.

Namun, Nafisah berhasil meyakinkan Khadijah bahwa ia adalah perempuan yang paling pantas untuk menjadi istri Nabi. Selain memiliki nasab yang agung, Sayyidah Khadijah adalah seorang saudagar yang sukses dan perempuan yang dihormati di Mekkah.  Nafisah kemudian menyusun sebuah rencana. Ia menemui Nabi Muhammad dan menceritakan semuanya tentang perasaan Khadijah.

“Muhammad, aku Nafisah binti Munyah. Aku datang membawa berita tentang seorang perempuan agung, suci, dan mulia. Pokoknya ia sempurna, sangat cocok denganmu. Kalau kau mau, aku bisa menyebut namamu di sisinya,” kata Nafisah kepada Muhammad, dikutip dari Bilik-bilik Cinta Muhammad (Nizar Abazhah, terbitan 2018).

Nafisah adalah orang yang cerdik. Setelah menyampaikan ‘lamaran’ Khadijah, ia tidak meminta Nabi Muhammad untuk menjawab secara langsung pada saat itu juga. Nabi Muhammad diberi waktu untuk memikirkan dan merenungkannya. Apa yang dilakukan Nafisah ini menjadi pintu dari perjalanan cinta Nabi Muhammad dan Khadijah.

Upaya Nafisah membujuk Nabi Muhammad pun berhasil,  keduanya kemudian berdiskusi dengan keluarga besarnya masing-masing untuk menindak lanjuti apa yang disampaikan Nafisah tersebut. Setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya kedua keluarga besar sepakat untuk menikahkan anak-anaknya.

Nabi Muhamamad diantar oleh pamannya Abu Thalib dan Hamzah Berangkat ke rumah Khadijah. Mereka disambut oleh paman Khadijah, Amr bin Asad. Abu Thalib yang ditunjuk sebagai juru bicara Nabi Muhammad langsung menyampaikan tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka ke kediaman Sayyidah Khadijah.  (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here