Perintahkan Anak-Anak untuk Mendirikan Shalat

306

Oleh: Buya Mas’oed Abidin (Ulama Sumatra Barat)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Suruhlah anak kalian shalat ketika berumur tujuh tahun dan pukullah mereka ketika berusia sepuluh tahun (jika mereka meninggalkan shalat). Dan pisahkanlah tempat tidur mereka (antara anak laki-laki dan anak perempuan)!”

(Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 495; Ahmad, II/180, 187; Al-Hakim, I/197)

Ada sejumlah perintah dan pelajaran yang terdapat di dalam hadits ini:

  1. Setiap kepala rumah tangga bertanggung jawab atas orang-orang yang ada dalam rumah tangganya.
  2. Setiap orangtua wajib menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
  3. Setiap orangtua wajib mendidik istri dan anak-anaknya di atas agama Islam yang benar.
  4. Pertama kali yang wajib diajarkan kepada istri dan anak-anak adalah tentang tauhid, mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allâh saja.
  5. Wajib bagi orangtua mengajarkan keluarga dan anak-anaknya tentang wudhu dan shalat.
  6. Orangtua wajib menganjurkan anak-anaknya shalat ketika mereka berumur tujuh tahun.
  7. Pentingnya masalah tauhid dan shalat.
  8. Boleh memukul anak bila ia tidak mau shalat, tetapi dengan pukulan yang mendidik dan tidak melukai.
  9. Umur tamyîz (mulai berpikir dan bisa membedakan antara baik dan buruk) adalah umur tujuh tahun, sedangkan pubertas (mulai beranjak baligh) dimulai umur sepuluh tahun.
  10. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam membedakan antara umur tujuh tahun dan sepuluh tahun, agar para pendidik memperhatikan fase-fase pendidikan anak.
  11. Orangtua wajib melindungi anak-anak mereka dari hal-hal yang menimbulkan fitnah dalam rumah tangga.
  12. Orangtua wajib memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan.

Firman Allah dalam Al-Quran: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa,” (QS. Tha Ha [20]:132).

INGATLAH. Allah Subhânahû wa ta’ala berfirman tentang bahaya datangnya KIAMAT.

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ

“Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) Hari Pembalasan?” (QS. Al-Ghâsyiyah[88]: 1).

Al-Ghasyiyah berasal dari kata غَشِيَ yang berarti menutupi dan maknanya bencana besar yang menjadikan manusia pingsan karena dahsyatnya peristiwa yang terjadi di dalamnya.

INGATLAH!

Semoga bermanfaat dalam membangun generasi yang kuat fisik dan teguh ibadahnya. Aamiin. Wallâhu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here