Perhatikan! Ini Ciri Orang Alim

449

Oleh: Buya Mas’oed Abidin (Ulama Sumatra Barat)

“Kulla mâ zâdat ‘ilm, zâdat tawadhu’”. Seseorang dapat dikatakan ALIM yaitu apabila setiap bertambah ilmunya, maka bertambah pula tawadhu’ di dalam dirinya.

Perihal yang terdapat dalam diri mereka adalah rasa takut kepada Allah Ta’ala. Semakin bertambah ilmunya, semakin mereka merasa bahwa ilmu mereka ini tidaklah ada apa-apanya.

Semakin bertambah ibadahnya semakin mereka merasa bahwa ibadahnya juga belum ada apa-apanya.

Sehingga hancur hati mereka karena merasa ibadahnya yang dirasa masih sangat  kurang. Maka mereka bersedih dan merasakan hatinya hancur.

Sedangkan Allah berada pada hati seseorang yang hancur karena Allah, hati mereka hancur karena merasa ibadahnya masih tidak ada apa-apanya.

Orang yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah tawadhu’, dan justru bertambah kecintaannya terhadap dunia, maka dia bertambah jauh dari Allah Subhânahu wa Ta’ala. Seyogianya orang yang bertambah ilmu, maka orang tersebut akan bertambah dekat kepada Allah Subhânahu wa Ta’ala.

Allah memerintahkan kepada Nabiyallah Isa ‘Alaihissalam, “Wahai Isa, nasehatkan dulu kepada dirimu sendiri, dan baru menasehati orang lain”.

Orang yang paling buruk dan cukup berdosa adalah apabila ada orang yang menasehati orang lain, namun dia menjawab “engkau juga sama” atau ” begitu pula dirimu”. Sedangkan orang yang alim adalah orang yang bisa menerima nasehat.

Allahu Akbar, astaghfiruka wa atûbuu ilaik.

Wallahu A’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here