Perempuan Miliki Peran Penting Lawan Korupsi

305
Menag, cegah korupsi
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Training of Trainer (ToT), di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2018). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Muslim Obsession – Perempuan memiliki peran strategis dalam pemberantasan korupsi. Bahkan, perempuan adalah jantung perlawanan terhadap korupsi.

Demikian dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat membuka Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi Training of Trainer (ToT), di Hotel Lumire, Jakarta Pusat, Kamis (8/3/2018).

Menag menjelaskan, perempuan merupakan sekolah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karenanya perempuan disebut guru utama, termasuk mendidik keluarga untuk tidak berperilaku koruptif.

“Ada ungkapan bahwa perempuan itu sekolah yang utama dan paling utama. Setiap anak mendapatkan pengetahuan pertama dari ibunya. Karenanya, saya menyatakan bahwa perempuan itu jantung perlawanan terhadap korupsi. Perempunan adalah ibu peradaban. Karena semua kita, dididik oleh perempuan,” ujar Menag.

Bersamaan kegiatan ini, dilakukan juga Training of Trainer (ToT): Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Kegiatan yang mengangkat tema: “Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga” ini diselenggarakan Itjen Kemenag bekerja sama dengan KPK dan Kedutaan Besar Australia melalui Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2).

Menag melihat, peran yang luar biasa dari seorang perempuan dalam keluarga, sangat membantu dalam upaya pencegahan korupsi. Karenanya, bangsa ini perlu mengoptimalkan peran perempuan. Menag berharap, para peserta ToT SPAK mampu menjalankan perannya sebagai agen perubahan.

“Kita ingin melakukan pencegahan korupsi berbasis keluarga. Karenanya, memaksimalkan dan mengoptimalkan peran ibu sangat efektif dan efisien. Semoga para peserta. Setelah ToT ini, mampu menjadi virus positif di diri, keluarga dan lingkungannya,” harap Menag. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here