Perdana, Indonesia Berangkatkan 253 Jamaah Ibadah Umrah

74

Jakarta, Muslim Obsession – Setelah delapan bulan ditutup, pemerintah Arab Saudi akhirnya memberikan izin lagi kepada Pemerintah Indonesia untuk memberangkatkan jamaahnya melaksanakan ibadah umrah. Pemerintah Indonesia langsung menyambut dengan baik.

Keberangkatan perdana jamaah umrah dari Indonesia sudah dimulai pada Senin (2/11/2020) per pukul 10.45 WIB di Bandara Soekarno Hatta.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik telah dibukanya kembali penerbangan umrah dari Indonesia oleh Pemerintah Arab Saudi. Dia mengimbau semua pihak dapat menjalankan dan menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin.

“Kami turut senang dengan dibukanya kembali penerbangan umrah dari Indonesia. Kami meminta para jamaah tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat menggunakan pesawat maupun saat beribadah. Semoga ibadahnya mabrur dan tetap sehat,” kata Budi Karya, dalam keterangannya, Minggu (1/11/2020).

Budi Karya menjelaskan pemerintah Arab Saudi saat ini telah memberlakukan pemberian alokasi visa umrah saat dalam sistem e-umroh. Berdasarkan informasi dari Atase Perhubungan Indonesia di Jeddah, untuk sementara yang diizinkan membawa jamaah umrah adalah maskapai asal Arab Saudi yaitu Saudi Airlines.

Hal ini berlaku untuk semua negara asal jamaah yang disinggahi maskapai tersebut seperti di Timur Tengah, Eropa, Amerika Serikat, Asia, dan Afrika.

Langkah ini sebagai uji coba Pemerintah Arab Saudi untuk mempermudah kontrol pemberlakuan protokol kesehatan. Uji coba dilakukan selama November-Desember.

Data PT Angkasa Pura II (Persero) mencatat jamaah umrah asal Indonesia yang ikut di dalam penerbangan dengan pesawat berbadan lebar (wide body) Boeing 777-300 berjumlah 253 orang dengan pesawat Saudia nomor penerbangan SV 817 rute Jakarta-Jeddah dengan jadwal keberangkatan pukul 10.45 WIB dan landing 16.30 waktu setempat.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan calon jamaah umrah dipastikan ikut menjalani protokol kesehatan di Bandara Soetta sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Protokol kesehatan itu salah satunya pemeriksaan hasil PCR Test yang berlaku tidak lebih dari 72 jam sebelum waktu pemberangkatan,” kata Awaluddin dalam keterangannya.

PT Angkasa Pura II menerapkan protokol kesehatan dengan konsep Biosafety dan Biosecurity Management sebagai upaya menciptakan bandara yang aman, sehat dan higienis.

Adapun Bandara Soetta sebagai pintu utama Indonesia, juga telah menjalin konektivitas khusus di tengah pandemi ini dengan bandara di beberapa negara, mulai dari Uni Emirat Arab, Korea Selatan, China dan Singapura.

Hal itu, sejalan dengan inisiatif Travel Corridor Arrangement (TCA) yang dinisiasikan oleh pemerintah Indonesia dengan negara-negara tersebut. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here