Percepat Langkah Wujudkan Masyarakat Madani, PD Parmusi Magelang Kembangkan Kelapa Kopyor

535
Parmusi Magelang
PD Parmusi Magelang berinisiatif mengembangkan perkebunan kelapa kopyor dan ternak kambing untuk mempercepat terwujudnya masyarakat madani.

Magelang, Muslim Obsession – Pengurus Daerah Persaudaraan Muslimin Indonesia (PD Parmusi) Kabupaten Magelang melakukan langkah cepat untuk mewujudkan masyarakat madani yaitu masyarakat yang sejahtera lahir dan bathin dan senantiasa mendapat ridha Allah Swt.

Aksi nyata dilakukan dengan membangun kesadaran kehidupan beragama dan ekonomi. Di antaranya dengan menghidupkan shalat berjamaah di masjid-masjid dan mengembangkan perkebunan kelapa kopyor serta ternak kambing.

Ketua PD Parmusi Magelang Yusuf Zamzam dalam keterangan tertulis, Kamis (15/11/2018), mengatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan para takmir masjid. Menurutnya, melalui program tersebut dana kas masjid-masjid akan lebih baik jika digunakan untuk kegiatan lebih produktif.

“Kebetulan ada kandang kambing kapasitas sekitar 200 ekor yang nganggur dan bisa dimanfaatkan. Kami akan mendayagunakan kas-kas masjid yang selama ini banyak disimpan di bank,” kata Yusuf Zamzam di sela-sela kunjungan ke Kampung Kopyor di Kabupaten Pati, Rabu (14/11/2018).

Yusuf mengaku, pihaknya mendapat inspirasi pengembangan kelapa kopyor ini setelah mengikuti orientasi Dai Parmusi yang diselenggarakan di Solo beberapa waktu.

“Apa yang disampaikan Pak Muhammad Sa’adun tentang perkebunan kopyor sangat inspiratif dan karena itu kami ingin kembangkan di Kabupaten Magelang,” jelasnya.

Melihat rencana PD Parmusi Magelang tersebut, Ketua PW Parmusi Jawa Tengah Anding Sukiman mengaku senang dan mengapresiasi upaya yang telah dilakukan. Ia pun meminta agar kader-kader Parmusi di Jawa Tengah meniru langkah PD Parmusi Magelang tersebut.

“Apa yang dijelaskan Pa Yusuf ini sangat menginspirasi. Begini seharusnya kader-kader Parmusi berbuat demi kesejahteraan umat,” ujar Anding.

Sementara itu sekretaris bidang ekonomi PD Parmusi Magelang Siswanto mengatakan, pengelolaan kandang kambing berkapasitas 200 ekor tersebut nantinya akan dipenuhi dengan modal per ekor Rp.650.000.

“Setelah dipelihara selama 2 bulan punya harga jual Rp.1.300.000 per ekor. Setelah diipotong biaya operasional seperti makan dan lainnya sebesar Rp.400.000, maka keuntungan bersih 250.000 dimana bagian untuk pemodal 40 persen dan peternak 60 persen. Nantinya kotoran kambing dan urine akan diolah menjadi pupuk kompos, dijual dan hasilnya untuk kegiatan sosial,” papar Siswanto.

Sedangkan untuk perkebunan kelapa kopyor, lanjutnya, merupakan upaya diversifikasi usaha tanaman salak pondoh yang harganya makin lama semakin tidak menentu.

Siswanto menjelaskan, modal awal pengembangan kelapa kopyor ini sebesar Rp.42.000.000 yang sumber dananya patungan PD Parmusi Magelang. Dana tersebut sudah dibelikan benih kelapa kopyor sebanyak 1.200 bibit di lahan 2 hektar. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here