Percakapan Nabi dengan Jibril Saat Menerima Wahyu Pertama

204

Jakarta, Muslim Obsession – Nabi Muhammad Saw menerima wahyu pertama di Gua Hira saat usia 40 tahun. Peristiwa itu terjadi pada malam ke-17 Ramadhan, yakni 6 Agustus 610 Masehi. Nabi yang punya kebiasaan menyepi di Gua Hira, tiba-tiba pada malam hari, ia datangi sosok Makhluk bernama Malaikat Jibril.

Utusan Allah SWT itu, hendak menyampaikan wahyu pertama. Siapa sangka bahwa pertemuan Nabi dengan malaikat Jibril itu justru menjadi pertemuan yang menyulitkan, menerima wahyu pertama itu pun dirasa seperti menghadapi kematian.

Pakar Ilmu Alquran Prof Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW menjelaskan, ketika malaikat Jibril menyampaikan wahyu Allah dalam Surah Al-Alaq ayat 1-5, beban berat ditanggung oleh Nabi. Di kali pertama ini, sebagaimana menurut penuturan Nabi sendiri, beliau dirangkul sedemikian keras oleh malaikat Jibril.

Sehingga Nabi Muhammad SAW mencapai puncak keletihan, bahkan beliau merasa bahwa itulah (proses awal) kematian. Pada wahyu pertama, malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca.

Malaikat Jibril berkata: “Iqra!” yang artinya: “bacalah,”. Kemudian Nabi pun menjawab: “Maa ana biqori,”. Yang artinya: “Aku tidak dapat membaca,”. Setelah diperintah malaikat Jibril sebanyak tiga kali demikian, Nabi kemudian berucap: “Apa yang harus saya baca?”.

Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat yang tertuang dalam Surah Al-Alaq tersebut. Sehingga dijelaskan bahwa, bisa dimungkinkan bahwa jawaban-jawaban Nabi di kali ketiga itu bertujuan membebaskan beliau dari rangkulan kuat malaikat paling utama itu.

Bisa jadi pula ketika itu barulah beliau menyadari dengan penuh bahwa perintah ‘membaca’ yang dimaksud bukan dalam pengertian ‘mengucapkan secara jelas sesuatu yang tertulis dalam satu naskah, namun maknanya adalah membaca/menghimpun dalam benak sesuatu walau tanpa ada teks tertulis’. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here