Perbatasan Mesir dan Jalur Gaza Dibuka Selama Ramadhan

456
Anggota Parlemen Palestina Kumpul di Perbatasan (Photo: AA)

Mesir, Muslim Obsession – Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, memerintahkan pembukaan perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza selama bulan suci Ramadhan.

Aturan ini diumumumkan beberapa hari setelah protes massa di sepanjang perbatasan Gaza-Israel di mana lebih dari 60 orang Palestina tewas oleh pasukan Israel.

Sisi membuat pengumuman di Twitter pada Jumat (18/5/2018), menandai durasi terpanjang sejak 2013 bahwa satu-satunya persimpangan yang menghubungkan Gaza ke Mesir akan dapat diakses.

“Saya telah menginstruksikan kepada badan-badan terkait yang berkepentingan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Yaitu menjaga perbatasan Rafah terbuka sepanjang bulan suci Ramadhan guna meringankan beban pada saudara-saudara di Jalur Gaza,” kata Sisi, seperti dilansir Al-Jazeera, Sabtu (19/5/2018)

Rafah adalah pintu keluar utama bagi 1,9 juta warga Palestina di Jalur Gaza ke dunia luar sejak Israel menjatuhkan blokade darat, laut, dan udara di wilayah yang dikepung lebih dari satu dekade lalu.

Tetapi setelah el-Sisi naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2014, Mesir terus menutup sebagian besar perbatasan.

Persimpangan Erez, pintu keluar lain untuk warga Gaza, dikelola oleh Israel, yang menempatkan batasan-batasan ketat bagi orang yang mau melewatinya.

Rafah dibuka sementara waktu pada Februari selama dua hari untuk memungkinkan sekitar 160 warga Palestina, yang terdampar di bandara Kairo selama hampir dua minggu, setelah ditolak masuk ke Jalur Gaza.

Perbatasan itu juga dibuka selama tiga hari pada November tahun lalu sebagai bagian dari kesepakatan persatuan antara faksi-faksi Palestina yang bersaing, Fatah dan Hamas. Tahun lalu, penyeberangan itu juga dibuka hanya selama 36 hari.

Keputusan Mesir datang di tengah ketegangan yang meningkat di sepanjang perbatasan Gaza-Israel atas pembukaan kedutaan AS di Yerusalem.

Senin (14/5/2018), setidaknya 60 demonstran Palestina tewas oleh pasukan Israel ketika mereka mengadakan demonstrasi di dekat pagar Israel-Gaza sebagai bagian dari protes Nakba atau “Bencana”.

Lebih dari 700.000 orang Palestina diusir dengan kekerasan pada tahun 1948 dari daerah-daerah yang kini berada di bawah kendali Israel. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here