Perbaikan Rumah Rusak Akibat Gempa Dilakukan Awal September

375
jokowi
Presiden RI Joko Widodo (Foto: Istimewa)

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Joko Widodo menegaskan akan memulai perbaikan rumah yang rusak akibat gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 1 September 2018 mendatang.

Menurutnya, pemerintah akan mengirimkan 400 insinyur muda untuk mendampingi masyarakat membangun kembali rumahnya.

“Saat ini tercatat ada sekitar 74 ribu rumah tahan gempa yang akan dibangun di NTB,” tulisnya dalam akun Twitter pribadinya, Rabu (29/8/2018).

Berdasarkan keterangan pers Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana gempa di NTB dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 5 Tahun 2018.

Pemerintah menargetkan pembangunan maupun perbaikan rumah masyarakat setempat akan selesai dalam waktu enam bulan ke depan. Para insinyur akan diberangkatkan secara bertahap mulai Kamis menggunakan pesawat Hercules milik TNI.

Sebelumnya, Kepala Negara memutuskan bantuan sebesar Rp 50 juta bagi tiap kepala keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat setelah bencana gempa terjadi. Nantinya, masyarakat akan kembali membangun rumahnya dengan bantuan dari Kementerian PUPR dan anggota TNI.

Selain itu, Kementerian Sosial juga telah menggelontorkan biaya sebesar Rp 1,25 triliun untuk penanganan pascagempa yang mengguncang Lombok, NTB dan sekitarnya. Biaya tersebut dikeluarkan untuk berbagai bentuk bantuan bagi korban gempa, mulai dari santunan hingga bantuan makanan.

“Saudara kita yang wafat jumlahnya ada 565 orang. Kepada keluarga diberikan bantuan Rp 15 juta sehingga alokasi kami untuk yang keluarganya meninggal di sana Rp 8,4 miliar lebih,” ungkap Staf Ahli Menteri Sosial bidang Perubahan dan Dinamika Sosial Asep Sasa Purnama.

“Ada santunan duka relawan Palang Merah Indonesia, dua orang, senilai Rp 20 juta. Santuan korban luka-luka masing-masing mendapatkan Rp 2,5 juta,” tambahnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here