Perayaan Maulid Nabi dalam Timbangan Syariah

1155
maulid
Ilustrasi: Hari lahirnya Nabi Muhammad Saw. atau Maulid Nabi diperingati umat Islam untuk meneguhkan kembali komitmen dan kecintaan kepada Nabi Akhir Zaman tersebut.

Oleh: Iman Matin

إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ (النسائي

“ … Semua perkara yang baru itu bid’ah, dan semua bid’ah itu sesat, dan semua kesesatan itu akan masuk neraka.” Penggalan makna inilah yang sering digaung-gaungkan oleh sebagian kaum Muslimin terutama di hari-hari seperti ini.

Ini adalah sebuah perkara yang besar, bahkan mungkin tidak ada perkara yang lebih besar dari perkara ini bagi kaum Muslimin, karena perkara ini adalah perkara ‘Neraka dan Surga’. Karena 100% yakin semua orang yang beriman pasti tujuan akhirnya adalah bahagia dunia dan akhirat, dan masuk neraka adalah berarti kesengsaraan yang abadi (sangat panjang).

Nabi Muhammad dipastikan adalah manusia tercerdas, paling bijak, dan paling fasih. Seorang yang cerdas, bijak, dan fasih tidak mungkin membicarkan perkara sebesar ini tanpa memberikan penjelasan yang jelas. Apa yang yang dimaksud bid’ah dan kriterianya. Karena ini adalah urusan yang menyangkut surga dan neraka, yang menentukan nasib akhir perjalanan manusia.

Kalaulah kita sedikit lebih teliti membaca hadits di atas, membaca lebih tenang dari awal hingga akhir, dan tidak hanya fokus pada potongan akhir dari Hadits itu saja, kita akan menemukan penjelasan langsung dari Rasulullah saw terkait apa sih bid’ah yang akan menyeret kita pada neraka itu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here