Peran Penyuluh Agama di Tahun Politik

523

Tugas Profetik

Penyuluh agama juga memiliki tugas profetik. Posisi penyuluh sangat sentral karena ditempatkan seperti ulama/rahib/biksu/pastur, sebagai pewaris para nabi. Di antara tugas profetik penyuluh agama adalah:

Pertama, mengajarkan ilmu (tarbiyah) khususnya berkaitan dengan wisdom. Tugas ini dilakukan dalam bentuk bimbingan kepada masyarakat binaannya agar memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan.

Kedua, menyempurnakan akal (rasio). Kemampuan rasio umat perlu didorong agar mampu menemukan kualitas hidup yang bertumpu pada pilar-pilar ilmu pengetahuan. Penyuluh harus mampu mentransfer ilmu kepada masyarakat yang dibutuhkan agar tidak mudah dipermaikan secara politik.

Ketiga, menegakkan keadilan secara lebih luas. Tugas ini mungkin telah melekat pada profesi lain, seperti hakim, pejabat publik, atau lainnya. Namun, penyuluh juga setidaknya harus bisa menunjukkan perilaku adil sehingga menjadi teladan bagi umatnya, khususnya dalam urusan politik praktis.

Keempat, menyelamatkan manusia dari kegelapan dan mengajak pada kehidupan yang lebih baik. Tugas ini ditekankan pada aspek pengembangan moral agar umat memedomani nilai-nilai universal agama. Agama jangan hanya dimainkan di luarnya tanpa memperhatikan substansi ajarannya.

Kelima, mengingatkan umat akan nikmat-nikmat Tuhan. Jika dilihat faktanya, Indonesia adalah negeri yang kaya dan subur. Selain itu Indonesia tercipta sebagai bangsa yang mencintai kedamaian dan rukun dalam bingkai kemajemukan. Ini merupakan anugerah Tuhan yang amat besar yang patut disyukuri, agar mesyarakat terus menjaganya dan tidak boleh terpecah belah. Jangan hanya karena perbedaan politik lalu bermusuhan. Tugas penyuluh adalah selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak lalai atas nikmat-nikmat yang Tuhan diberikan.

Keenam, membebaskan manusia dari sikap dan perilaku destruktif. Ada kecenderungan sebagian masyarakat yang mengarah pada sikap dan perilaku merusak dalam semua sendi kehidupan, seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual menyimpang, dan lainnya. Penyuluh hadir untuk membebaskan masyarakat agar terhindar dari situasi tersebut agar tidak merusak tatanan sosial yang sudah mapan dan baik.

Dari tugas profetik ini, penyuluh agama diharapkan dapat mencairkan suasana yang panas, melembutkan yang keras, dan mendamaikan yang bertikai sehingga eksistensinya benar-benar dirasakan masyarakat. Saatnya penyuluh agama berperan secara lebih optimal, dan semua pihak juga memberikan perhatian lebih agar mereka tetap berdiri dengan kepala tegak, mendapat kesejahteraan yang layak, dan tentu saja dapat hidup bahagia dunia dan akhirat. Wallahu a’lam.  (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here