Peradaban Alternatif Berbasis Iqra’ 

432

Tema orasi ilmiyah 

Walaupun undangan itu dadakan dan juga tanpa persiapan yang matang, saya mencoba memikirkan kira-kira tema apa yang sesuai dengan acara wisuda seperti ini? Apakah mengenai pentingnya ilmu? Dakwah dan Islam di Amerika?

Setiba di kampus saya dikelilingi oleh para ulama dan guru besar, termasuk seorang ulama kharismatik Sul-Sel yang telah lama saya idolakan, Anre’ Gurutta KH Dr. Sanusi Baco (hafizhohullah wa ra’aah).

Saya lalu terpikir alangkah tepatnya jika saya berbicara tentang “Membangun Peradaban alternatif berbasis Iqra di era global”. Tema yang saya rasa secara waktu tepat dan sesuai dengan acara pada pagi hari itu. Di mana memang kita hidup dalam dunia global. Dan pagi itu adalah acara wisuda sekitar 700-an mahasiswa/masiswi UIM Makassar.

Tema ini mengandung dua poin utama. Pertama, tentang dunia dunia global. Apa karakteristik dasarnya dan bagaimana posisi Islam dalam menyikapi dunia global tesebut?

Dan yang kedua adalah peradaban itu sendiri. Saya kemudian terpikir membahasnya secara ringkas dari sudut ragam “bentuk” peradaban yang ada, ciri-ciri peradaban Islam, dan modal apa saja yang diperlukan dalam membangun peradaban alternatif itu?

Dunia kita dunia global 

Bagi sebagian orang istilah “global” terasa baru dan asing. Seolah konsep ini adalah konsep yang diproduksi oleh orang lain, dan seringkali menimbulkan berbagai kecurigaan dan kekhawatiran.

Padahal konsep dunia global telah disampaikan oleh Al-Quran dan Rasulullah sejak 15 abad lalu. Semua konsep-konsep dalam agama Islam itu bernuansa global. Dari konsep ketuhanan, karasulan, Al-Quran, dan Islam itu sendiri adalah agama global.

Umat meyakini bahwa Islam yang dibawa oleh para pendahulu Muhammad SAW itu bersifat lokal. Sementara Islam yang dibawa Muhammad SAW adalah Islam yang “rahmatan lil-alamin”. Atau Islam yang ajarannya bertujuan membawa rahmah ke seluruh penjuru alam.

Di sinilah kemudian sejatinya Islam sangat antisipatif dengan globalisasi yang terjadi. Karena ajarannya memang bernafaskan energi dunia global.

Pertanyaan yang kemudian timbul adalah apa saja karakter dasar dunia global itu? Apakah karakter itu antithesis terhadap nilai-nilai Islam? Atau sebaliknya sejalan dengan nilai-nilainya?

Ada tiga karakteristik utama dunia global saat ini.  1) Bahwa dunia global kita saat ini mengalami kecepatan (speed). Dengan kemajuan sains dan teknologi terjadi laju informasi yang luar biasa cepat. Sebuah peristiwa yang terjadi di belahan dunia boleh jadi langsung diketahui oleh manusia yang hidup di belahan dunia lainnya. Apalagi dengan inovasi media sosial yang sangat luar biasa saat ini. Lalu lintas informasi itu serasa tiada batas.

Dalam hal kecepatan ini sesungguhnya Islam telah menjadikannya sebagai salah satu karakter dasarnya. Salah satu dari ayat-ayat yang membicarakan tentang “kecepatan” ini adalah: “Dan bersegeralah kamu menuju kepada ampunan Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang bertakwa” (Al-Quran).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here