Penyengat Riau Dijuluki Pulau Tahfizh dan Perdamaian Dunia

191
Pulau Penyengat

Riau, Muslim Obsession – Pulau Penyengat di Kepulauan Riau telah ditetapkan sebagai Pulau Perdamaian Dunia. Penetapan dilakukan oleh Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Sutani di Balai Adat Pulau Penyengat, Ahad (15/9/2019).

Menurut Djuyoto, ada sembilan alasan mengapa Penyengat layak mendapatkan julukan itu. “Salah satunya karena merupakan pusat peradaban Melayu ditambah masyarakatnya sangat beretika dan bertatakrama,” kata Djuyoto sebagaimana dilansir Masjiduna, Senin (16/9/2019).

Pulau yang bisa ditempuh hanya 15 menit lewat laut dari Ibu Kota Kepri Tanjungpinang itu, memiliki dua warisan yang erat kaitannya dengan peradaban Islam Melayu. Pertama Masjid Pulau Penyengat dan kedua makam Raja Ali Haji, sastrawan istana yang masyhur hingga sekarang. Salah satu karya monumental Raja Ali Haji adalah Guerindam Dua Belas, yang berisi petuah berdasarkan etika Islam.

Tahun 2018 lalu, pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menetapkan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang sebagai Pulau Tahfizh Al-Quran.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, saat pidato Hari Ulang Tahun Ke-16 Kepri di Gedung Daerah Tanjungpinang, tahun lalu, mengatakan Pulau Penyengat merupakan pulau religi yang menyimpan sejarah kejayaan Kerajaan Riau-Lingga-Pahang, yang layak menjadi pusat penghapal Al-Quran.

“Kami mengharapkan di pulau ini akan lahir para tahfizh muda yang berbakat, memiliki pengetahuan agama yang baik dan berkualitas,” harap Nurdin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here