Penyakit yang Membunuh Diri Sendiri

134

Oleh: Ustadz Buchory Muslim (Ketua Lembaga Komunikasi dan Penyiaran Islam/LKPI PP Parmusi)

Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu. Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis. Apakah itu?

Benci banget? Dendam banget? Gak suka banget? Sedih Banget? Kecewa banget?

Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh. Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung dan lain-lain, baru diatasi.

Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja. Diatasi dengan operasi, obat herbal bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak.

Tapi akar masalahnya, tidak diatasi? Akar masalahnya adalah hati yang sakit dan semakin rusak.

Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh, darah tetap dibiarkan asam, kondisi tubuh asam.

Pikiran tetap stres, jiwa pasti tak akan tenang. Dendam masih banyak, bahkan mungkin semakin bertambah.

Kecewa masih berlanjut, perasaan masih gak enak, benci masih kuat.

Secara tidak langsung, inilah yang MEMBUNUH DIRI SENDIRI.

Sakit hati adalah bagian dari perasaan buruk. Jika dipendam, dapat menimbulkan dampak negatif hingga sampai pada upaya berbuat kerusakan.

Tidak hanya itu, sakit hati juga bisa memutus tali persaudaraan. Yang lebih parah, sakit hati bisa memicu perkelahian, tawuran hingga pembunuhan.

Karena dampaknya yang begitu merugikan, Rasúlulláh ﷺ mengajarkan kita untuk menghilangkan perasaan sakit hati. Hal itu bisa dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut:

Pertama, membiasakan bermuhasabah atau instropeksi diri. Kesalahan yang kita terima dari orang lain bisa jadi karena faktor diri kita sendiri. Kita mungkin lalai berbuat baik pada orang lain. Selain itu, mungkin kita terlalu sensitif dengan perkataan orang lain sehingga mudah sakit hati.

Kedua, berusaha menjauhi sifat iri hati. Kondisi tiap orang tentu berbeda. Oleh sebab itu, kita patut bersyukur atas kondisi yang terjadi pada diri sendiri. Iri hati, dengki hanya akan menjerumuskan kita pada kedengkian dengan melaksanakan 5 hal ini, yaitu membaca Al-Quran dan pahami maknanya, rajinlah bershalawat, berkumpul dangan orang shalih, bangun malam untuk qiyamul lail dan perbanyak dzikir dengan tenang.

Ketiga, menekan amarah dan keras hati. Amarah hanya akan membutakan pikiran seseorang. Alhasil, orang yang bersangkutan akan bertindak tanpa memikirkan dampaknya.

Keempat, meningkatkan sifat pemaaf dalam diri kita. Memaafkan kesalahan orang lain akan menghilangkan dendam. Perasaan sakit hati pun akan hilang bila kita mau dan selalu memaafkan orang lain.

Wallahu a’lam bish shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here