Penuh Kesejukan, Ini 7 Pesen Wantim MUI Memasuki Bulan Suci Ramadhan

197

Jakarta, Muslim Obsession – Tidak seperti biasanya, Ramadhan tahun ini umat Islam akan menjalaninya dengan sedikit berbeda. Pasalnya dunia tengah dilanda wabah virus corona sehingga berdampak kepada semua aspek. Termasuk dalam hal peribadatan.

Maka untuk memandu umat dan bangsa Indonesia dalam kondisi dan suasana tersebut, Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia menyampaikan Taushiyah Ramadhan 1441 H / 2020 M. Ada tujuh pesen penting dari Wantim MUI dalam menyambut bulan suci Ramadhan di tengah pandemi

Pertama, menyongsong keagungan bulan Ramadhan ini Wantim MUI meminta mensikapi dan menghadapinya dengan prasangka baik (husnudzan), hati tetap tenang, penuh kesabaran, berikhtiar dan yakin bahwa segala yang terjadi adalah atas takdir dan kehendak Allah SWT.

“Sejatinya virus Corona juga mahluk Allah yang diturunkan ke muka bumi untuk menguji dan meningkatkan keimanan kita sebagai kaum muslimin,” ujar Ketua Wantim MUI Din Syamsyuddin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2020).

Kedua, Wantim MUI mengajak kepada umat untuk bertekad menguatkan lembaga keluarga dengan tetap semangat mensyiarkan ibadah di bulan Ramadhan dari rumah masing-masing, berpuasa dengan khusyu’, menunaikan shalat Rawatib dan shalat Tarawih berjamaah bersama keluarga di rumah.

Termasuk memperbanyak dzikir dan doa (dzikrullah), membaca Al-Qur’an, menjaga fisik tetap sehat, disiplin bersih sesuai protokol kesehatan, bekerja dari rumah (work from home), dan bersilaturahmi degan keluarga dan kerabat dengan memanfaatkan teknologi daring sebagai media berkumpul bersama saat sahur, berbuka puasa.

Ketiga, Wantim MUI juga mengajak kepada masyarakat untuk senantiasa tingkatkan spirit gotong-royong dan solidaritas persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah), persaudaran kebangsaan (ukhuwah wathaniyah), persaudaraan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah) untuk bersatu padu menanggulangi wabah Corona.

“Saling membantu, saling menolong, dan berempati kepada saudara-saudara kita yang terinfeksi dan terdampak medis, sosial, dan ekonomi dari corona dalam semangat kepedulian,” tuturnya.

Di antaranya kata dia, dengan mempercepat membayar zakat mal di awal Ramadhan, serta memperbanyak infaq dan shadaqah baik dalam bentuk uang, makanan, obat-obatan, alat
pelindung diri (APD), pakaian dan apa saja yang sangat membantu dan dibutuhkan masyarakat.

“Keempat, menghimbau kepada lembaga penyiaran publik untuk menyajikan acara yang produktif, membangun solidaritas bersama, menghibur namun mendidik, dan menghindari penyajian tayangan acara yang kontraproduktif dengan kekhusyu’an bulan Ramadhan dan suasana keprihatinan rakyat yang tengah dilanda pandemi Korona,” paparnya.

Kelima, lanjut dia, Wantim MUI menyampaikan dukungan dan semangat kepada seluruh tenaga medis dan relawan yang berada di barisan terdepan dalam penanganan wabah corona.

Pemerintah hendaknya memastikan tercukupinya kebutuhan Alat Pelindung Diri dan obat-obatan bagi mereka dan bagi rumah sakit rujukan agar upaya penanganan dan penyembuhan pasien corona berjalan secara optimal dan efektif sehingga Indonesia kembali sehat.

Keenam, Wantim MUI meminta kepada masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kesembuhan dan kesehatan kepada mereka dengan tetap berpegang kepada mekanisme dan protokol kesehatan dari pemerintah. Jangan memandang mereka sebagai orang yang terdiskriminasi dan dianggap sebagai aib dan sampah masyarakat yang ditelantarkan termasuk menolak jenazahnya untuk dimakamkan.

Ketujuh, dalam suasana keprihatinan pandemi Korona seyogyanya Wantim MUI juga mengajak kepada masyarakat untuk menunda aktivitas mudik Lebaran saat merayakan Idul Fitri nanti sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran dan menekan penyebaran virus Korona.

“Perayaan Idul Fitri tahun ini hendaknya dijadikan momentum peningkatan solidaritas dan kesederhanaan, menghindari perilaku bersenang-senang yang melampaui batas, mubazir, dan menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang kurang bermanfaat dan tidak menjadi prioritas bagi upaya percepatan penanggulangan wabah Korona secara medis, sosial, dan ekonomi,” tandasnya. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here