Penting Mana, Bahagia atau Selamat? Ini Jawaban Aa Gym

138
KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Muslim Obsession – Setidaknya ada empat peristiwa yang kerap terjadi dalam kehidupan setiap manusia. Keempat peristiwa tersebut akan dipandang baik jika disikapi dengan cara yang benar.

Apa keempat peristiwa itu? KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym mengemukakan, keempatnya adalah berbuat baik, berbuat dosa, bersyukur, dan bersabar.

“Ada empat kejadian yang insya Allah akan terjadi dalam hidup kita. Pertama, berbuat baik. Karena fitrahnya manusia adalah baik. Kedua, tergelincir berbuat dosa. Dosa jika sudah terjadi, (dosa itu) pun bisa ditaubati. Ketiga, bersyukur. Banyak nikmat dalam hidup ini yang semestinya disyukuri. Keempat, ditimpa musibah (QS Al-Baqarah: 155-156),” tulis dalam akun Instagramnya.

Terkait musibah, pengasuh Ponpes Daarut Tauhid ini menegaskan bahwa sejatinya dibandingkan nikmat yang ada, musibah itu lebih kecil. Penghinaan orang lain sesungguhnya lebih remeh dibanding kehinaan yang dimiliki orang tersebut.

Aa Gym menjelaskan, kejadian tadi semuanya baik asal setiap orang mau menyikapinya dengan benar.

“Namun kita sering berbuat kurang ikhlas, berdosa kurang taubat, kurang syukur, dan kurang sabar,” sebutnya.

Lalu, mana yang terpenting, bahagia, mulia, atau selamat? Aa Gym menjawab, kebanyakan orang lebih mementingkan bahagia dan mulia daripada selamat. Padahal sesungguhnya yang harus dicari setiap orang adalah selamat.

“Ikhlas adalah bagian dari keselamatan. Makanya kita harus tahu bagaimana cara selamat dunia akhirat. Tahu apa yang menjadi ancaman bagi diri kita,” imbuhnya.

Di sisi lain, tak banyak orang sadar bahwa ada hal yang lebih membahayakan bagi seseorang, yakni dosa diri sendiri daripada dosa orang lain.

Oleh karenanya Aa Gym mengajak untuk selalu mengevaluasi dan memeriksa keburukan diri. Menurutnya, gerbang ketenangan diri adalah taubat dimulai dengan memperbanyak istighfar. Ibarat membersihkan kaca mobil agar bisa melihat jalan.

“Kalau kita banyak istighfar, selain dosa kita diampuni, kita jadi dilapangkan, dikasih banyak rahmat Allah, yang kering jadi hujan, rezeki dilapangkan, jodoh dipertemukan, dikaruniai anak. Rasulullah saja yang bebas dari dosa (membaca) istighfar dalam sehari 100 kali,” pungkasnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here