Penolakan Abdul Somad Untungkan Youtube Rugikan Demokrasi

200
UAS di MPR
Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan taushiyah pada peringatan Harlah MPR RI dan HUT RI ke-73.. (Foto: Istimewa)

Oleh: Hariqo Wibawa Satria
(Direktur Komunikonten/Institut Media Sosial dan Diplomasi)

Jika anda atau organisasi anda merasa ada video ceramah Ustaz Abdul Somad Batubara (UAS) berbahaya untuk Pancasila dan NKRI, saya usul agar anda meminta google dan youtube menghapus video itu. Ketimbang beradu mulut bahkan fisik untuk menghalangi ceramahnya di darat, tetapi videonya dapat ditonton di youtube.

Saya tulis ini setelah kemarin (2/9) UAS lewat akun Instagram @ustadzabdulsomad mengumumkan pembatalan janji ceramah di Malang, Solo, Boyolali, Jombang, Kediri, Yogyakarta. Penyebabnya, UAS mendapatkan ancaman, intimidasi, pembatalan di Grobogan, Kudus, Jepara dan Semarang. UAS tidak ingin menambah beban panitia selain kondisi psikologis UAS dan jamaah mulai terganggu.

Hemat saya, penolakan terhadap ceramah, diskusi dengan tema apapun di darat, tidak akan menghambat sebuah pemikiran sampai ke masyarakat. Justru karena dihalang-halangi UAS semakin populer, bahkan UAS hampir menjadi Cawapres, namun UAS menolak karena ingin fokus berdakwah. Ini keputusan paling aneh utamanya bagi pemasang baliho.

Yang dikecewakan oleh penolakan saudara-saudara saya dari GP Ansor terhadap ceramah UAS di Jepara adalah warga Jepara yang berniat hadir, panitia serta UAS. Sementara masyarakat di daerah lain justru semakin ingin menonton ceramah UAS di internet. Terbukti setiap ada penolakan terhadap UAS di darat, undangan ceramah untuk UAS bertambah dan penonton videonya di youtube semakin jutaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here