Pengurus Masjid Harus Siap dengan ‘New Normal’

159
Ilustrasi: Shalat Berjamaah dengan physical distancing. (Foto: kanal24)

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus masjid seyogianya siap dengan kondisi ‘new normal’ yang segera diberlakukan. Terutama kesiapan terkait kebersihan lingkungan masjid dan kedisiplinan jamaah dalam menjaga kebersihan diri.

“Dua faktor ini saling berkaitan. Ini penting, karena walaupun kita bersih tanpa ada dukungan kebersihan lingkungan sama juga bohong. Oleh karenanya wajib bagi kita menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan kita,” ujar Ustadz Syamsuri Halim, pimpinan Majelis Dzikir Ibnu Halim dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5/2020).

Ustadz Syamsuri mengatakan, ia memiliki sejumlah saran bagi pengurus masjid atau mushalla dalam upaya mempersiapkan diri menyambut kondisi ‘new normal’ tersebut.

“Pertama, saya sarankan agar jumlah jamaah di dalam ruang masjid tidak boleh lebih dari 40 orang. Jika dua lantai, maka masing-masing ruangan sebaiknya maksimal hanya 40 orang jamaah saja,” katanya.

Agar cara ini berhasil, sambung dia, pengurus harus memastikan jumlah jamaah tersebut lalu menutup pintu masjid sehingga tidak menerima jamaah lagi.

Kedua, jamaah wajib memakai masker. Ketiga, pengurus masjid atau mushalla menyediakan hand sanitizer atau sabun untuk mencuci tangan.

“Berikutnya, hendaknya jamaah masjid adalah penduduk yang ada di lingkungan RW tersebut. Jika ia orang di luar itu kita tolak dengan alasan bahwa sesuai protokol dari pemerintah. Silakan minta bantuan ke pengurus RW setempat untuk mendata warga yang datang,” imbaunya.

Adapun saat pelaksanaan Shalat Jumat, jelas Ustadz Syamsuri, sebaiknya khutbah Jumat dilaksanakan dengan sangat singkat. Komposisinya bisa saja khutbah pertama tidak lebih dari lima menit, sementara khutbah kedua hanya tiga menit dilanjutkan Shalat Jumat dan doa yang semuanya dilakukan dalam tujuh menit.

Pengurus juga harus menekankan pemahaman kepada jamaah bahwa bagi yang sakit tidak diperkenankan ke masjid walaupun itu hanya flu saja atau sekadar radang tenggorokan atau batuk.

“Ini sekadar saran saya dan sumbangsih pemikiran untuk umat,” tutupnya. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here