Penerbangan Komersial Langsung Pertama dari Israel Mendarat di Bahrain

64

Dubai, Muslim Obsession – Penerbangan komersial langsung pertama yang diketahui antara Israel dan Bahrain mendarat Rabu (23/9/2020) di kerajaan pulau itu, hanya seminggu setelah menandatangani kesepakatan bersama Uni Emirat Arab untuk menormalkan hubungan.

Data penerbangan, seperti dilansir Arab News, Kamis (24/9/2020) menunjukkan Israir Airlines Airbus A320 mendarat di Bandara Internasional Bahrain setelah penerbangan hampir tiga jam dari Bandara Internasional Ben-Gurion Tel Aviv.

Belum ada pengakuan langsung atas penerbangan tersebut dari pemerintah Israel, meskipun Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Selasa berbicara melalui telepon dengan Putra Mahkota Bahrain Salman bin Hamad Al Khalifa.

Kementerian Luar Negeri Israel juga menolak berkomentar. Media pemerintah Bahrain pun tidak segera mengakui penerbangan itu. Pejabat di pulau lepas pantai Arab Saudi maupun Kedutaan Besar AS di Manama tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Penerbangan tersebut dilakukan tanpa upacara, sangat kontras dengan penerbangan El Al pertama dari Israel ke Uni Emirat Arab pada akhir Agustus.

Diketahui, pesawat itu membawa pejabat AS dan Israel, termasuk menantu Presiden Donald Trump Jared Kushner, serta media.

Penerbangan pada hari Rabu itu dilakukan ketika Israel telah kembali mengunci diri atas pandemi virus corona. Di Bahrain, kelompok masyarakat sipil mengkritik langkah untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, mengatakan bahwa pengakuan harus datang hanya setelah Palestina mendapatkan negara merdeka mereka sendiri.

Bahrain adalah rumah bagi Armada ke-5 Angkatan Laut AS dan pangkalan angkatan laut Inggris.
Bahrain dan UEA menandatangani perjanjian normalisasi 15 September dengan Israel di Gedung Putih, bagian dari dorongan diplomatik AS ketika Trump berupaya terpilih kembali.

UEA dan Israel telah bergerak cepat untuk mengeksplorasi hubungan komersial setelah kesepakatan normalisasi mereka, mengungkap hubungan yang sebelumnya dirahasiakan.

Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa sebelumnya telah dikutip mengatakan bahwa dia yakin negara-negara Arab harus menghentikan boikot mereka terhadap Israel.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here