Penelitian: Saat Tidur Terjadi Pembersihan Otak dari Racun dan Sampah

224
Tidur Miring
Tidur (Foto: ilustrasi)

Muslim Obsession – Tahukah Anda, untuk pertama kalinya, sebuah penelitian baru telah mengamati bahwa cairan serebrospinal mengalir masuk dan keluar dari otak dalam gelombang selama tidur.

Cairan serebrospinal tersebut dipercaya mampu membantu membersihkan limbah beracun dari otak selama tidur.

Baru-baru ini, Medical News Today, dikutip Senin (4/11/2019) menemukan bahwa sel-sel kekebalan khusus lebih aktif di otak selama tidur, mereka sibuk melakukan pekerjaan pemeliharaan.

Para peneliti tahu bahwa tidur itu penting tidak hanya dalam hal memungkinkan otak untuk melakukan reaktualisasi, tetapi juga untuk membuat ruang guna proses pembersihan berlangsung.

Namun, banyak mekanisme di mana pembersihan kotoran otak ini terjadi selama tidur masih belum jelas.

Sekarang, para peneliti di Universitas Boston di Massachusetts telah menemukan bahwa selama tidur, cairan serebrospinal yang ada di otak dan akord tulang belakang dicuci masuk dan keluar seperti gelombang, membantu otak membuang akumulasi sampah metabolisme.

“Kami telah mengetahui untuk sementara waktu bahwa ada gelombang-gelombang aktivitas listrik di neuron-neuron ini. Tetapi sebelumnya, kami tidak menyadari bahwa sebenarnya ada gelombang-gelombang dalam cairan serebrospinal juga,” jelas rekan penulis studi Laura Lewis.

Diketahui hasil penelitian ini muncul dalam jurnal Science – termasuk 13 peserta usia 23-33 yang setuju untuk menjalani pemindaian otak saat tidur.

Prosesnya rumit, para peserta harus mengenakan topi EEG yang memungkinkan para peneliti untuk mengukur aktivitas listrik di otak mereka sambil berbaring di mesin MRI, di mana mereka seharusnya tidur.

Namun, tidur dalam kondisi demikian itu bisa sulit, karena mesin MRI sangat bising.

“Kami memiliki semua peralatan mewah dan teknologi rumit ini, dan seringkali masalah besarnya adalah orang tidak bisa tidur karena mereka berada di tabung logam yang sangat keras dan tidak biasa,” katanya.

Terlepas dari tantangan ini, para peneliti berhasil – mungkin untuk pertama kalinya – memantau aktivitas cairan serebrospinal di otak partisipan selama tidur.

Mereka melihat bahwa cairan serebrospinal tampaknya disinkronkan dengan gelombang otak, yang kemungkinan membantu menghilangkan sisa otak.

Limbah yang dibersihkan ini termasuk protein yang berpotensi toksik yang dapat membentuk penumpukan hingga mengganggu aliran informasi antara neuron.

Temuan ini, para peneliti menambahkan, juga bisa memberi cahaya baru pada mekanisme yang mendasari dalam kondisi seperti penyakit Alzheimer, di mana plak protein beracun memainkan peran penting dalam kehilangan ingatan dan gangguan kognitif lainnya.

Mereka juga menjelaskan bahwa penuaan normal dapat dikaitkan dengan pembersihan diri yang buruk di otak.

Dengan bertambahnya usia, otak manusia cenderung menghasilkan gelombang lambat lebih sedikit, yang dapat mengurangi aliran darah di otak, serta pulsasi cairan serebrospinal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here