Penelitian: Masa Kecil yang Bahagia Bisa Turunkan Risiko Kenakalan Remaja

141
Ilustrasi Orangtua dan Anak

Muslim Obsession – Sebuah studi mengatakan bahwa jika anak remaja Anda memiliki kenangan masa kecil yang bahagia, mereka cenderung tidak akan menikmati minuman keras atau penyalahgunaan narkoba.

Temuan yang diterbitkan dalam jurnal Addiction Research and Theory, dilansir Siasat.com, Rabu (27/1/2021) menunjukkan bahwa sikap positif terhadap masa lalu, sekarang, dan masa depan menempatkan remaja pada risiko yang lebih rendah untuk penggunaan alkohol, pesta minuman keras, dan ganja.

“Banyak remaja juga tidak terlibat dengan pembelajaran online selama Covid-19 atau memiliki tingkat keterlibatan yang lebih rendah,” kata peneliti John Mark Froiland dari Purdue University di Indiana, AS.

“Tetapi mereka lebih cenderung menjadi pembelajar yang antusias dan tidak menggunakan minuman dan obat-obatan jika guru meluangkan waktu untuk membangun hubungan yang lebih positif dengan mereka. Mereka dapat membantu siswa melihat bahwa semua yang mereka pelajari benar-benar berharga. Orang tua juga punya peran,” tambah Froiland.

Baca Juga: Amalan untuk Orangtua Agar Anak Terbebas dari Perbuatan Zina

Untuk penelitian ini, tim menilai 1.961 siswa di sekolah menengah dan setengah (53 persen) dari siswa yang termasuk dalam penelitian adalah perempuan.

Para peneliti melihat tanggapan dari para siswa di mana mereka menilai seberapa nostalgia masa kecil mereka, tingkat kebahagiaan saat ini dalam hidup dan seberapa besar mereka menantikan kebahagiaan di masa depan.

Mereka juga menganalisis kebiasaan ganja dan alkohol selama 30 hari terakhir termasuk pesta minuman keras, dan nilai akademik rata-rata. Mereka menganalisis tingkat motivasi, dan perilaku dalam pelajaran seperti seberapa banyak remaja memperhatikan dan mendengarkan.

Teknik statistik digunakan oleh para peneliti untuk menilai hubungan antara semua faktor yang berbeda ini dan menetapkan prediktor utama untuk penyalahgunaan alkohol dan mariyuana.

Para peneliti meminta para guru dan orangtua untuk membantu siswa mengembangkan pola pikir yang lebih positif dan menjadi termotivasi untuk belajar sehingga mereka cenderung tidak terlalu banyak minum atau menggunakan mariyuana.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penyalahgunaan zat dan perilaku terhadap pembelajaran dipengaruhi oleh perasaan siswa tentang masa lalu, sekarang dan masa depan.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here