Peneliti Klaim Aplikasi WhatsApp Bagus untuk Kesehatan

215
Whatsapp

Jakarta, Muslim Obsession – WhatsApp dan aplikasi media sosial lainnya, menurut penelitian mungkin tidak seburuk kesehatan masyarakat seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Sebuah studi baru oleh para peneliti di Edge Hill University menemukan bahwa menghabiskan waktu berinteraksi dengan teman dan keluarga di WhatsApp baik untuk kesejahteraan psikologis seseorang.

Orang-orang yang menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi perpesanan populer melaporkan tingkat harga diri yang lebih tinggi dan lebih sedikit perasaan kesepian.

“Ada banyak perdebatan tentang apakah menghabiskan waktu di media sosial itu buruk untuk kesejahteraan kita, tetapi kita telah menemukan itu mungkin tidak seburuk yang kita pikirkan,” kata Dr Linda Kaye, dosen senior psikologi di Edge Hill University, dikutip dari Independent, Selasa (2/7/2019).

“Semakin banyak waktu yang dihabiskan orang di WhatsApp, semakin banyak mereka merasa dekat dengan teman dan keluarga mereka dan mereka menganggap hubungan ini berkualitas baik,” imbuh dia.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa media sosial dapat merusak kesehatan mental seseorang, terutama aplikasi seperti Facebook, Instagram dan Snapchat.

Sebuah studi tahun 2016 oleh University of Copenhagen menemukan penggunaan Facebook mengarah pada apa yang oleh para peneliti disebut “kecemburuan Facebook” yakni kecenderungan untuk cemburu pada kehidupan orang lain dari melihat posting mereka di platform media sosial.  

Sebuah studi terpisah oleh para peneliti di University of Pensylvania, yang diterbitkan pada 2018, menemukan korelasi langsung antara waktu yang dihabiskan di media sosial dan peningkatan tingkat kecemasan, depresi, dan kesepian.

“Menggunakan lebih sedikit media sosial daripada biasanya akan menyebabkan penurunan yang signifikan dalam depresi dan kesepian,” kata penulis studi Melissa Hunt.

Efek ini, kata dia sangat menonjol bagi orang-orang yang lebih tertekan ketika mereka datang ke ruang kerja.

Penelitian terbaru yang melibatkan 200 pengguna media sosial, menyarankan bahwa percakapan kelompok dan obrolan individu sebenarnya dapat bermanfaat bagi orang-orang dengan menawarkan dukungan sosial.

“Secara khusus, temuan menunjukkan bagaimana termasuk faktor yang berkaitan dengan modal ikatan sosial sangat relevan dalam bidang ini sebagai cara memahami bagaimana penggunaan teknologi berhubungan dengan kesejahteraan psikologis,” kata Dr Kaye.

Hal ini menimbulkan gagasan bahwa teknologi sosial seperti WhatsApp dapat merangsang hubungan dan peluang komunikasi yang ada, sehingga meningkatkan aspek kesejahteraan positif pengguna. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here