Pendeta Buhaira, Pemberi Kabar Kenabian Muhammad Saw.

170
Biara Buhaira
Bangunan yang diklaim sebagai Biara Buhaira.

Muslim Obsession – Sebuah kisah tentang seorang pendeta bernama Buhaira yang menginformasikan kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu indah untuk diketahui. Dari informasi inilah orang-orang Quraisy mulai mengetahui sosok Muhammad kelak memiliki posisi sangat penting dalam peradaban manusia.

Dilansir Kisah Islam, cerita ini selalu dimunculkan dalam kitab-kitab sirah. Kisah bermula ketika Muhammad berusia belasan tahun pergi ke Syam mengikuti pamannya Abu Thalib untuk berdagang.

Diriwayatkan oleh Sunan At Tirmidzi dari Abu Musa Al Asy’ari dia berkata:

“Abu Thalib pergi ke Syam dengan diikuti oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama dengan tokoh-tokoh Quraisy dan setelah mendekati seorang pendeta, mereka beristirahat, kemudian membiarkan kendaraan mereka mencari kehidupannya. Kemudian pendeta itu keluar menemui mereka, sementara selama ini dia tidak pernah sekali pun menghiraukan kafilah perdagangan itu. Pendeta itu menelusuri tempat mereka berteduh, hingga menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memegang tangannya.

Pendeta tersebut berkata, “Inilah Tuan Manusia, Inilah Rasul alam semesta, Dia diutus oleh Allah sebagai pembawa rahmat Alam semesta.”

Pemuka Quraisy berkata kepada, “Apa dasar kamu, wahai Buhaira?”

Dia berkata, “Waktu kamu meninggalkan Aqabah, maka tidak ada batu dan pohon kecuali semuanya bersujud kepadanya dan mereka berdua itu tidak pernah bersujud, kecuali untuk seorang Nabi dan saya megenalnya dengan tanda kenabian di bawah pundaknya seperti buah apel.”

Kemudian pendeta tersebut pulang dan membuatkan makanan untuk orang Quraisy.

Sewaktu mereka mendatangi undangannya, Nabi berada di antara unta-unta. Buhaira berkata, “Panggil dia bersama kalian, kemudian dia datang dan awan telah menaunginya.”

Setelah mendekat ke kaum, ternyata naungan pohon itu telah melindungi tokoh Quraisy dan tatkala Nabi duduk, tidak-tiba teduh pohon itu beralih ke Rasulullah.

Buhaira berkata, “Lihatlah bagaimana teduh pohon itu beralih menaunginya.”

Kemudian dia berpesan agar tidak membawa Muhammad ke Romawi, karena kalau mereka melihat Muhammad, maka mereka pasti mengenalinya dan akan membunuhnya.

Kemudian tiba-tiba ada tujuh orang yang datang dari Romawi, Buhaira menemuinya dan berkata, “Apa yang menyebabkan kalian datang?”

Mereka berkata, “Kami datang karena pada bulan ini, ada seorang Nabi yang telah melakukan perjalanan dan tidak ada jalan, kecuali telah ditelusuri dan kami telah mendapatkan informasi bahwa dia melintasi jalan kamu itu’.

Buhaira berkata, “Bagaimana pendapat kalian, jika Allah berkehendak atas sesuatu, adakah seorang dari umat manusia ini yang mampu untuk menahannya?”

Mereka berkata, “Tidak mungkin.”

Buhaira berkata, “Kalau begitu baiatlah dia.”

Mereka membaiatnya dan kemudian bertanya, “Siapakah walinya?”

Mereka berkata, “Abu Thalib.” Abu Thalib senantiasa berusaha hingga dia mengambil kembali Muhammad dan mengutus bersamanya Abu Bakar dan Bilal, dan pendeta Buhaira membekalinya dengan kue dan minyak.”

Wallahu A’lam bish shawwab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here