Penculikan Boko Haram, Presiden Nigeria Terancam Masuk Pengadilan

524
Anak-anak sekolah Nigeria yang dibebaskan setelah diculik bulan lalu di Dapchi oleh militan Boko Haram menunggu untuk bertemu dengan presiden Nigeria di Abuja pada 23 Maret 2018. (Photo: kagstv)

Abuja, Muslim Obsssion – Presiden Nigeria Muhammadu Buhari mendapat kecaman karena penculikan ratusan siswa oleh Boko Haram. Sebelumnya, Buhari mengatakan bahwa Boko Haram telah dikalahkan.

Dia juga mengatakan akan melipatgandakan upaya pemerintah untuk mengembalikan anak-anak yang hilang, dikutip dari USA Today, Rabu (28/3/2018).

Olapade Agoro, ketua sebuah partai oposisi, Dewan Aksi Nasional, mengancam akan membawa Buhari ke Pengadilan Pidana Internasional di Den Haag jika pemerintah tidak menjamin pembebasan korban penculikan.

Terutama seorang siswi beragama Kristen Leah Sherubu, yang masih ditahan Boko Haram karena menolak memakai hijab dan mengucapkan kalimat syahadat.

Agoro mengungkapkan semestinya pemerintah dapat bernegosiasi untuk membebaskan Leah tanpa syarat.

“Karena jelas pemerintah federal dapat bernegosiasi untuk membebaskan mahasiswa Dapchi lainnya,” kata Agoro.

Dia juga bersimpati untuk bertukar tempat dengan gadis malang tersebut. Menurutnya, sangat disayangkan bahwa Leah sedang mengalami trauma fisik dan psikologis. Terlebih karena dia bersikeras mempertahankan keyakinan agamanya.

Ibu Leah, Rebecca Sherubu, menangis ketika dirinya menceritakan tentang putrinya.

“Hati saya hancur ketika saya mencari Leah di tengah gadis-gadis yang dibebaskan. Namun, dia luput dari penglihatan saya,” ungkapnya sambil duduk merenung di rumah kecilnya di Dapchi.

“Menurut teman-temannya yang dibebaskan, putri saya diberi tahu bahwa dia harus membaca kalimat syahadat. Leah mengatakan dirinya tidak tahu bagaimana cara melafalkannya, bahwa dia tidak dibesarkan sebagai seorang Muslim,” ujar Rebecca.

Bahkan, menurut teman-temannya, Leah sudah bergabung bersama yang lain untuk dibebaskan dan bersiap pulang. Lalu, Boko Haram mencegahnya dengan mengatakan, Leah hanya akan dibawa pulang ke rumah, setelah dia tahu bagaimana membaca kalimat syahadat.

Leah adalah puteri pertama dari ketiga anaknya. Ia adalah anak yang ceria, yang gemar membaca buku-buku kimia dan biologi. Menurut Rebecca, Leah adalah anak yang baik, suka membantu orangtua menyelesaikan pekerjaan di rumah.

“Dia tidak akan membiarkan saya melakukan apa pun,” kisahnya.

Boko Haram menculik 110 gadis pada 19 Februari lalu. Sebagian besar sudah dibebaskan minggu lalu. Mereka diturunkan pada tengah malam di bawah perjanjian dengan pemerintah, termasuk perjanjian penarikan tentara Nigeria.

Tapi, lima anak dinyatakan tewas selama serangan penculikan itu. Meskipun sebagian besar siswi telah kembali dengan keluarga mereka, namun sebanyak 113 siswi dilaporkan hilang. (Vina)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here