Pemuda Muhammadiyah Gelar Muktamar, Ada Apa dengan Polisi?

422
Virgo (Foto: Klikmu)

Jakarta, Muslim Obsession – Pemuda Muhammadiyah akan menggelar muktamar untuk menentukan ketua umum baru yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 25-28 November 2018.

Salah satu agenda penting dalam Muktamar kali ini adalah memilih Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022 untuk menggantikan Dahnil Anzar Simanjuntak yang akan habis masa jabatannya.

Ketua Panitia Muktamar XVII Pemuda Muhammadiyah Tahun 2018, Virgo Sulianto Gohardi mengatakan saat ini terdapat 6 bakal calon ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah. Mereka akan ditetapkan sebagai Daftar Calon Tetap pada Sidang Tanwir Pra Muktamar dan dilakukan Pemilihan pada Sidang Muktamar.

“Meskipun terdapat persaingan politik dalam pemilihan Ketua Umum, selama ini Muktamar selalu berada dalam suasana gembira. Namun tahun ini, kegembiraan tersebut nampaknya ada gangguan yang mengancam kegembiraan dan demokrasi yang sehat,” ujarnya kepada Muslim Obsession, Selasa (16/10/2018).

Selain itu, Virgo menyebutkan, meski Muktamar masih sebulan lagi tapi suasananya sudah tegang. Hal itu terlihat dari banyaknya panggilan dari pihak kepolisian yang menanyakan jumlah peserta yang akan hadir, hingga menanyakan soal pemberangkatan. Persoalan ini, kata Virgo, belum pernah terjadi sebelumnya dalam muktamar.

“Setidaknya dalam waktu seminggu lebih ini Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah bahkan Pimpinan Cabang mendapatkan telepon dan atau kedatangan kunjungan dari pihak Kepolisian yang menanyakan perihal Muktamar Pemuda Muhammadiyah , pertanyaannya mulai dari jumlah peserta, kapan berangkat ke Yogya, sampai menyebutkan calon yang didorong didukung. Kondisi ini bagi kami sesuatu yang mengkhawatirkan karena sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi. Hal-hal yang ditanyakan juga sangat sensitif,” katanya.

“Kondisi ini bagi kami meresahkan ada apa dengan Muktamar Pemuda Muhammadiyah sehingga pihak Kepolisian secara aktif menghubungi seluruh jaringan organisasi Pemuda Muhammadiyah,” tambahnya.

Dalam sejarah, kata Virgo, Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah upaya intervensi seperti ini pernah terjadi dijaman orde baru, namun jamaah Muhammadiyah selalu konsisten menolak model-model intervensi yang merusak seperti itu.

Maka dari itu, Virgo berharap apa yang dilakukan pihak Kepolisian ini bukanlah hal yang negatif dan mengancam kegembiraan Muktamar Pemuda Muhammadiyah.

“Kami berharap Pimpinan Kepolisian tidak menambah beban kerja anggota Kepolisian dengan kesibukan Muktamar Pemuda Muhammadiyah. Fokus saja pada tugas utama Kepolisian dan pekerjaan rumah kasus-kasus yang belum terselesaikan,” tukasnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here