Pemuda Miliki Peran Penting Bagi Perdamaian Dunia di Masa Depan

542

Baku, Muslim Obsession – Masa depan perdamaian dunia akan sangat ditentukan dengan peran generasi muda yang ada saat ini. Oleh karenanya, kesepahaman dan kebersamaan harus menjadi komitmen bersama.

Demikian diungkapkan Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asrorun Niam Sholeh, dalam acara Konferensi Kepemudaan Internasional III di Baku, Azerbaijan, Jumat (13/4/2018).

Niam mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membuat batas negara menjadi sangat tipis dan pertukaran informasi dan budaya begitu cepat, lintas batas negara.

“Ini harus diantisipasi secara cerdas dengan membangun kesepahaman dan kolaborasi,” kata Niam.

Sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tenggara, jelas Niam, Indonesia memiliki jumlah angkatan muda yang sangat besar. Sedikitnya ada 62 juta pemuda dalam rentang usia 16 sampai 30 tahun atau 24 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 256 juta jiwa.

“Ini tantangan sekaligus peluang bagi kami. Kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan pengembangan kepemudaan untuk berkontribusi dalam perdamaian, peradaban dan kesejahteraan,” tuturnya.

Untuk membangun kolaborasi dan kesepahaman, di kawasan ASEAN, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN SOMY (Senior Official Meeting of Youth) pada 2 hingga 5 Mei 2018.

Dijelaskannya, ada dua sesi pleno yang dibahas pada acara yang dihadiri 22 negara peserta dan peninjau itu. Pertama terkait dengan peran pemuda dalam upaya melaksanakan berbagai event internasional dan yang kedua peran kaum muda dalam pertemuan untuk mewujudkan tujuan SDGs pada 2030 mendatang.

Sebelumnya, Niam bersama Dubes Indonesia untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fanani, mengunjungi makam Sayyid Yahya Bakui, ulama terkenal abad ke-12 yang karya-karyanya banyak tersebar dan dipelajari di nusantara. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here