Pemuda Ansor Siaga Hadapi Kekerasan Ulama

592
Ilustrasi Kekerasan Terhadap Ulama (Pojoksatu.id)

Kendal, Muslim Obsession – Dua orang warga Desa Truko, Kecamatan Kangkung, Kendal, Jawa Tengah (Jateng), dibacok orang tidak dikenal di depan rumahnya, Sabtu  (17/3/2018). Akibat pembacokan itu, korban yang diketahui seorang kiai dan menantunya mengalami luka serius di tangan dan kepala.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Gerakan Pemuda Anshor Jawa Tengah, Solahudin Aly, mengintruksikan Barisan Ansor Serba Guna atau Banser untuk bersiaga menghadapi kekerasan terhadap ulama.

“Kami menginstruksikan Ansor dan Banser, untuk siaga dan waspada untuk kemungkinan yang terjadi,” kata Solahudin, Ahad (18/3/2018).

Solahudin menampik bahwa pelaku kekerasan terhadap ulama adalah orang gila. Ia menyebut pelaku merupakan seseorang yang sedang mengalami depresi, karena sering mengatakan ingin membunuh orang.

“Temuan menarik dari awal kami mendapati informasi bahwa pelaku ini depresi bukan gangguan jiwa. Kesehariannya mengamen,” tuturnya.

“Kami khawatir, ada pihak tertentu yang memanfaatkan depresinya pelaku,” tambahnya.

Sementara menurut, Kapolres Kendal AKBP Adiwijaya, aksi pembacokan dan penganiayaan yang dilakukan Suyatno merupakan kriminal murni.

Awalnya, pelaku bertujuan ingin menjambret tas yang dibawa Ulfah, yang saat itu hendak bepergian bersama suaminya, Agus Nurus Sakban. Pelaku kemudian melukai Agus dengan tujuan agar aksinya menjambret tas korban bisa mulus.

“Mendengar ada teriakan keributan, mertua Agus, yaitu KH Achmad Zaenuri keluar. Namun Kiai Zaenuri langsung dibacok pelaku,” kata Adiwijaya.

Adiwijaya menambahkan, setelah membacok korban, pelaku langsung diamankan oleh warga. Pelaku juga sempat dihakimi warga karena melawan saat hendak ditangkap. Beruntung, ada warga yang menghubungi petugas, sehingga pelaku bisa diamankan polisi.

“Pada saat dimintai keterangan atau dimintai keterangan pelaku dapat menjawab pertanyaan penyidik dengan lancar,” ujarnya. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here