Pemkab Banyuwangi akan Berlakukan Belajar Tatap Muka 100 Persen

85

Banyuwangi, Muslim Obsession – Dinas Pendidikan Banyuwangi berencana membuka semua sekolah untuk 984 SD dan 166 SMP, pembelajaran tatap muka itu akan berlaku 100 persen. Namun dengan kuota terbatas.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno mengatakan potensi membuka semua sekolah pada pekan depan bisa dilakukan. Sesuai dengan pola pembukaan belajar tatap muka selama ini yang dilakukan tiap dua pekan sekali.

Jika pekan ini semua sekolah menggelar belajar tatap muka dengan lancar, ada kemungkinan pihaknya kembali menambah kuota sekolah.

“Ada potensi kita membuka sampai 100 persen pekan depan. Sampai saat ini tidak ada masalah semua sekolah, kalau sampai akhir minggu ini aman, itu bisa dilakukan,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (25/2/2021).

Meski nantinya sekolah sudah bisa buka sampai 100 persen, kata Suratno, sekolah hanya bisa memasukkan maksimal 30 persen jumlah kuota siswanya.

Jumlah itu sendiri mengacu kepada jumlah masing-masing jumlah siswa. Bukan akumulasi dari semua jumlah siswa sekolah. Selain itu, sekolah diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara komprehensif.

“Dalam artian gini, praktek penerapan prokes dilakukan secara ketat. Dari jam sebelum masuk sekolah sampai pulang sekolah. Penerapan prokes juga diminta tidak mengendor. Jangan sampai sekolah hanya menerapkan protokol ketat pada pekan-pekan pertama sekolah lalu kendor di hari-hari berikutnya,” ujarnya.

“Kita targetkan jangan sampai ada klaster. Ketika ada temuan, kita akan tutup sekolahnya. bahkan jika ada temuan di dekat lingkungan sekolah kita juga akan berlakukan penutupan sampai kasusnya reda. Ini sebagai langkah antisipasi,”imbuhnya.

Di samping itu, sekolah yang nantinya akan membuka belajar tatap muka di tahap ke empat juga harus memenuhi persyaratan. Mulai mendapatkan izin dari wali murid, komite dan mendapatkan rekomendasi dari satgas COVID-19 kecamatan.

“Sejauh ini kalau orang tua kita lihat banyak yang mendukung. Termasuk sekolah swasta, karena dengan belajar tatap muka, guru-guru mereka bisa kembali bekerja,”tegasnya.

Sementara terkait jenjang TK dan PAUD kemungkinan baru akan mulai dibuka bulan depan. Suratno meminta kepada lembaga sekolah untuk bisa memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa. Sehingga benar-benar siap saat sekolah mereka dibuka. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here