Pembunuhan Fadi Al-Baths Keji dan Terencana

643
Fadi Al-Baths
Hari ini, Selasa (24/4/2018), sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Koalisi Pembebasan Al-Aqsha (Al-Quds) mengeluarkan pernyataan sikapnya atas wafatnya aktivis Palestina Dr. Fadi Al-Baths di Malaysia, Sabtu (21/4/2018).

Jakarta, Muslim Obsession – Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Koalisi Pembebasan Al-Aqsha (Al-Quds) bereaksi atas wafatnya aktivis Palestina Dr. Fadi Al-Baths di Malaysia, Sabtu (21/4/2018).

Melalui pernyataan sikapnya yang dirilis hari ini, Selasa (24/4/2018), Koalisi Pembebasan Al-Aqsha (Al-Quds) menyatakan turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dan mendoakan almarhum wafat sebagai syuhada.

“Bahwa pembunuhan terhadap Dr. Fadi Al-Baths itu sangat keji dan dilakukan dengan sangat terencana dan dilakukan oleh organisasi intelijen Mossad melalui agen-agen mereka yang tersebar diberbagai belahan dunia. Kita sama mengetahui bahwa Mossad sebagai organisasi intelijen Israel laknatullah, sudah terpola dan menjadi kebiasaan mereka melakukan pembunuhan aktifis Palestina diberbagai belahan dunia. Berbagai operasi assasination oleh Mossad adalah tugas resmi dari pimpinan negara Israel laknatullah, oleh karena itu sudah seharusnya pimpinan politik Israel seperti Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan dan Direktur Mossad di seret ke Mahkamah Pidana Internasional sebagai pelaku Kejahatan Kemanusiaan (crimes againts humanity),” demikian bunyi salah satu poin pernyataan sikap tersebut.

Koalisi Pembebasan Al-Aqsha (Al-Quds) menyerukan kepada Malaysia untuk segera menemukan pelaku pembunuhan tersebut dan menghukum mati pelaku serta mendorong upaya internasional untuk menempatkan Israel sebagai terorism sponsor state.

“Kami juga mengimbau pemerintah Indonesia untuk mewaspadai dan melakukan operasi kontra intelijen terhadap operasi Intelijen oleh Mossad di dalam wilayah Indonesia serta bersikap lebih konkrit dalam menghentikan penjajahan zionis Israel terhadap Palestina,” tutup pernyataan sikap yang didukung sekitar 21 tokoh perwakilan ormas-ormas Islam tersebut.

Perwakilan ormas-ormasi Islam itu berasal dari Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), Perguruan As Syafi’iyah, FUI, Majelis Az-Zikra, Ittihadiyah, JAS, Majelis Mujahidin, FPI, Wahdah Islamiyah, Sabiluna, KISPA, PA 212, Darrussallam, PP Persis, Parmusi, PW KB PII Jakarta, SAPA Islam, An Nashr Institute, dan AQL. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here