Pelaksanaan Puasa Syawal, Niat dan Keutamaannya

267

Jakarta, Muslim Obsession – Umat Islam telah selesai melaksanakan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Selanjutnya umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa syawal.

Puasa Syawal adalah puasa yang dilaksanakan di bulan setelah Ramadhan. Puasa ini dilaksanakan selama enam hari. Namun begitu, pahalanya seperti setahun penuh berpuasa.

Dalam sebuah hadits dari Abu Ayyub radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun.” (HR. Muslim, no. 1164).

Hadits di atas bukan berarti enam hari puasa Syawal seperti setahun berpuasa. Tetapi, ini adalah satu kesatuan dari puasa di bulan Ramadhan.

Sementara, puasa di bulan Ramadhan seperti berpuasa selama 10 bulan lamannya. Dan enam hari puasa Syawal setara dengan berpuasa dua bulan lamanya. Sehingga jika dijumlahkan, puasa Ramadhan dan Syawal setara setahun berpuasa.

Dan menurut sebagian ulama, puasa Syawal dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri, namun tidak diperbolehkan berpuasa di tanggal 1 Syawal. Sehingga, puasa Syawal bisa dimulai mulai dari tanggal 2, 3, 4 dan seterusnya selama enam hari berturut-turut.

Niat Puasa Syawal

Seperti halnya ibadah yang lain, harus diawali dengan niat yang tulus dan ikhlas, serta jelas. Begitu juga dengan niat puasa Syawal harus jelas.
Berikut niat enam hari puasa di bulan Syawal.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Bahasa latinnya: “Nawaitu shouma ghodin ‘ansittatin syawaali sunnatan lillahi ta’alaa.”

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah enam hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala”

Manfaat atau keutamaan puasa Syawal

Setidaknya ada 4 manfaat puasa Syawal di antaranya adalah sebagai berikut:

1 Menggenapkan puasa satu tahun.

Seperti kutipan hadits di atas, jika puasa di bulan Syawal seolah-olah kita berpuasa selama satu tahun penuh.

Di mana berpuasa di bulan Ramadhan setara dengan 10 bulan berpuasa. Dan digenapkan oleh enam hari puasa di bulan Syawal, di mana kita seolah-olah kita berpuasa dua bulan lamanya.

Sehingga, jika digabungkan antara puasa Ramadhan dan Syawal, maka puasa yang kita lakukan seolah-olah dilakukan selama satu tahun penuh.

2. Menyempurnakan ibadah wajib

Puasa Syawal hukumnya sunnah, dan seperti amalan sunnah lainnya yaitu untuk menutupi atau menyempurnakan ibadah wajib. Hal ini sama seperti shalat sunnah rawatib, yang juga menambal kekurangan baik bacaan, rakaat dan gerakan shalat wajib.

3. Amalan ibadah diterima Allah SWT

Ciri-ciri amalan di bulan Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT, adalah diringankan untuk melakukan kebaikan selanjutnya, termasuk puasa Syawal.

Ibnu Rajab menjelaskan perkataan seorang salaf, yaitu: “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”

4. Tanda syukur kepada Allah ​SWT

Malaksanakan ibadah sunnah puasa Syawal adalah sebagai tanda bentuk syukur kita kepada Allah. Hal ini tertulis dalam Al-Quran sebagai berikut:

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu bertakwa pada Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185)

Pastikan Anda melakukan puasa di bulan Syawal untuk menggenapkan amal ibadah yang dilakukan selam bulan Ramadhan. Wallahu a’lam.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here