Pelaksanaan Haji 2020 Dapat Apresiasi dari Pemimpin Muslim Dunia

103

Jakarta, Muslim Obsession – Melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi corona tidak mudah. Namun kali ibadah haji 2020 Alhamdulillah tetap bisa dilaksanakan dengan baik, tanpa ada satu jamaah pun yang terpapar corona. Mereka juga dalam keadaan sehat, tidak ada yang sakit.

Keberhasilan pemerintah Arab Saudi di bawah kendali Raja Salman dalam melaksanakan ibadah haji mendapat apresiasi dari para pemimpin muslim dunia. Mereka salut, Raja Salman masih bisa memberikan kesempatan bagu umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji meski dengan jumlah terbatas.

Melansir laman Saudigazette, Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi mengatakan bahwa keberhasilan organisasi haji mencerminkan kemampuan Arab Saudi dan pengalaman luas untuk memikul tanggung jawab suci memegang ritual Islam terbesar.

El-Sisi menambahkan bahwa penerapan tindakan pencegahan sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan tertinggi memungkinkan jamaah haji tahun ini untuk melakukan ritual haji dengan kenyamanan dan kemudahan.

Raja Salman juga menerima telepon dari Raja Hamad bin Isa Al Khalifa di Bahrain, Pangeran Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohammed Bin Zayed, Presiden Djibouti dan Presiden Negara Palestina Mahmoud Abbas.

Semua pemimpin negara Islam itu juga menyebut manajemen haji tahun ini sangat sukses dan luar biasa dalam menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

WHO Turut Memuji

Selain para pemimpin Muslim, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga turut melemparkan pujian kepada pemerintah Arab Saudi karena sukses menggelar haji, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah dimulai sejak seleksi jamaah.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, Saudi telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan para jamaah selama proses ibadah haji tahun ini.

“Langkah-langkah yang diambil oleh Saudi selama haji telah memberikan contoh bagi negara-negara yang ingin kembali ke kehidupan normal dan beradaptasi dengan kondisi saat ini,” ujar Tedros, seperti dilansir Arab News pada Jumat (31/7/2020).

Seperti diketahui, dalam pelaksaan haji tahun ini, para jamaah dibagi dalam beberapa kelompok, di mana setiap kelompoknya berisi 50 orang.

Dalam setiap kelompok ditugaskan seorang pengawas untuk menemani mereka sepanjang perjalanan ritual haji dan memastikan kesejahteraan mereka, dan memberikan bantuan medis segera yang diperlukan.

Para jamaah sendiri diwajibkan memakai masker dan menerapkan social distancing selama menjalankan ritual haji yang berlangsung sekitar lima hari di kota suci Mekah dan sekitarnya. Jamaah menjalani pemeriksaan suhu secara rutin dan ditempatkan di karantina saat mulai menuju mekah pada akhir pekan lalu.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Saudi, mengatakan pihaknya telah menyediakan semua layanan kesehatan yang diperlukan di Situs Suci.

Ini meliputi enam rumah sakit, 51 klinik, 200 ambulan, 62 tim lapangan, rumah sakit lapangan, klinik keliling, enam ambulans setup dengan peralatan canggih dan tiga klinik di kediaman para peziarah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here