Pejabat Tunisia Serukan Fatwa Anti-Haji, Mengapa?

649
Haji dan Umrah
Haji dan Umrah (Foto: Al-Khair)

Tunisia, Muslim Obsession – Perang yang terjadi antara Arab Saudi dan Yaman, rupanya menyisakan kemarahan bagi beberapa pihak. Salah satunya, seorang pejabat agama Tunisia, Fadhel Ashour yang meminta imam besar di negara tersebut untuk mengeluarkan fatwa anti-haji.

“Uang yang masuk ke otoritas Saudi (dari Haji) tidak digunakan untuk membantu umat Muslim yang miskin di seluruh dunia,” kata Ashour, Ahad (24/6/2018) seperti dilansir Albawaba, Senin (25/6/2018).

Namun sebaliknya, menurut pejabat senior Persatuan Imam Tunisia tersebut, hasil uang haji digunakan untuk membunuh dan menggusur, seperti halnya yang terjadi saat ini di Yaman.

“Orang Tunisia harus memboikot haji dan menghabiskan uang mereka di dalam negeri, untuk memperbaiki kondisi orang-orang di negara Afrika Utara,” imbuhnya.

Riyadh telah lama dituduh menyalahgunakan situs ibadah umat Islam (Makkah), sebagai alat untuk memberikan tekanan politik atau menghukum lawan-lawannya.

Tercatat, lebih dari 10.000 warga Yaman tewas dan 53.000 terluka sejak koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi di Yaman.

Sedangkan, lebih dari 2.200 lainnya meninggal akibat kolera dan jutaan lainnya berada di ambang kelaparan. Bahkan PBB menyebut Yaman sebagai negara dengan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here