Pecahkan Rekor, 100 Muslim Calonkan Diri Jadi Pejabat Amerika

500
Saima Farooqui, salah satu kandidat Muslim di AS (Foto: NPR)

AS, Muslim Obsession – Kelompok hak sipil Muslim Emgage, mencatat sebanyak 100 Muslim diajukan untuk mencalonkan diri sebagai pejabat terpilih tahun ini di Amerika Serikat (AS). Secara signifikan, angka tersebut paling tinggi sejak tahun 2016.

Banyak kandidat mengaku mereka termotivasi oleh sentimen anti-Muslim yang tumbuh di AS. Serta terinspirasi oleh retorika dan kebijakan anti-Muslim Presiden Trump.

“Saya mencalonkan diri untuk menjabat karena saya merasa perlu untuk membantu masyarakat. Terutama karena Trump telah menyulut minoritas Muslim untuk bersama dan bersatu,” kata Saima Farooqui, yang jika terpilih, dia akan menjadi wakil Muslim pertama di negara bagian Florida, dikutip dari NPR, Kamis (19/7/2018).

Terlebih, populasi Muslim di AS sedang tumbuh dan sekarang mencapai 3,45 juta. Menurut Jetpac, sebuah organisasi nirlaba Massachusetts yang mendukung kandidat Muslim-Amerika, mengatakan, kurang dari 300 kantor politik, hanya dua Muslim Amerika yang memegang kursi di Kongres.

Meski jumlahnya terus melonjak, Muslim Amerika kerap melaporkan tingkat pelecehan yang terus meningkat sejak tahun 2001. Menurut analisis Pew Research Center dari data FBI tentang kejahatan kebencian, antara 2015 dan 2016, serangan terhadap Muslim di AS melebihi jumlah yang dicapai pada tahun 2001.

Tercatat, lima puluh persen orang dewasa Muslim-Amerika yang disurvei oleh Pew Research pada tahun 2017, mengatakan kehidupan di AS kini menjadi lebih sulit karena diskriminasi, rasisme, dan prasangka.

Jetpac mencatat, setidaknya ada 18 kursi di badan legislatif negara dan 10 kampanye lainnya untuk kantor negara atau lokal, seperti gubernur atau wali kota. Di Michigan, sebuah wilayah dengan populasi Muslim-Amerika yang cukup besar, ada tujuh Muslim Amerika mencalonkan diri dalam pemilihan umum bulan Agustus mendatang.

Tidak hanya di Michigan, kandidat Muslim juga hadir di Minnesota. Meskipun para kandidat Muslim tersebut tahu, tantangan politik di AS sebagai Muslim itu cukup menantang.

Bahkan hal ini diperkuat dengan pernyataan mantan kandidat presiden dan Sekretaris Perumahan dan Pengembangan Perkotaan, Ben Carson. Dia mengatakan pada NBC’s Meet The Press pada 2015 bahwa dia tidak akan memilih seorang presiden Muslim.

Namun, pernyataan kebencian itu tidak menyurutkan semangat Muslim untuk terjun ke dunia politik. Tapi justru menambah ambisi politik Farooqui. Dia mengaku mencalonkan diri untuk mewakili semua orang di Florida.

“Sentimen-sentimen atau pernyataan kebencian itu seperti asap dan bahan bakar bagi saya. Ini benar-benar menyulut saya untuk melakukan lebih banyak lagi dan berusaha lebih keras lagi,” katanya.

“Saya ingin mewakili mereka, terlepas dari apa yang mereka percaya, siapa yang mereka cintai, atau dari mana mereka berasal,” pungkasnya. (Vina)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here