PBNU: Masyarakat Hukumnya Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

183

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan corona yang kian bertambah banyak. Pihak PBNU menegaskan bahwa masyarakat wajib hukumnya untuk mematuhi protokol kesehatan.

Mengapa wajib? PBNU beralasan, jika tidak mengikuti protokol kesehatan akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain, dan corona akan semakin menyebar luas. Hal itu jelas bertentangan dengan Firman Allah SWT dan hadits Rasulullah SAW.

Selanjutnya, ajaran Islam juga telah memberikan petunjuk berdasarkan hadits Nabi yang berbunyi la dhororo wa la dhiror yang artinya tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.

“Allah SWT berfirman, la tulqu bi aidikum ila tahlukah, kamu jangan menjerumuskan masyarakat ke dalam jurang kecelakaan. Selama ada Covid 19 kita harus disiplin, hati-hati, waspada. Covid-19 bukan konspirasi, bukan bohong-bohongan,” ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan dukungan PBNU kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2020).

Protokol kesehatan yang dimaksud, ucap Kiai Said, yakni menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menggunakan masker jika beraktivitas. Itu semua kata Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah ini hukumnya wajib. Apalagi bagi mereka yang rentan terkena Covid-19 antara lain masyarakat lanjut usia dan yang sudah memiliki penyakit akut.

“Saya Ketum PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama warga NU agar wajib hukumnya mengikuti protokol kesehatan, yaitu menjaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak satu sama lain social distancing dan menggunkan masker itu hukumnya wajib, selalu menggunakan masker dimanapun kita berada,” tuturnya.

Menurut Kiai Said, virus corona 85 persen menyebabkan kematian bagi mereka yang mengidap penyakit akut seperti penyakit jantung, paru-paru, diabetes, dan hepatitis. Imabauan ini berlaku bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menghindari mencelakakan diri sendiri dan orang lain karena Covid-19.

Selain itu, PBNU juga meyakini bahwa virus corona ini bukanlah rekayasa dan konspirasi seperti yang banyak dibicarakan orang. PBNU meyakini baik secara bukti ilmiah bahwa corona iti ada, dan ini adalah wabah global yang harus diwaspadai dam ditangani dengan baik. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here