PBNU dan Muhammadiyah Kritik Biaya Renovasi Ruang Kerja Nadiem Rp6.5 Miliar

97

Jakarta, Muslim Obsession – Ketua LP M’arif PBNU Arifin Junaidi tak setuju dengan langkah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendokbudristek) Nadiem Makarim yang berencana melakukan renovasi ruang kerjanya dengan menghabiskan anggaran Rp6,5 Miliar.

Arifin menyatakan hal itu tak sepantasnya dilakukan oleh seorang pejabat. Apa yang dilakukan Nadiem seperti tak memahami kondisi kebatinan masyarakat yang tengah hidup susah karena badai pandemi.

Ia lantas membandingkan dengan masih banyaknya bangunan-bangunan sekolah di seluruh Indonesia masih memprihatinkan sampai saat ini.

Ia mencatat bahwa jumlah sekolah tingkat SD yang rusak dan butuh renovasi masih berkisar ratusan ribu. Di tingkat SMP, jumlahnya puluhan ribu. Bahkan, ia mengatakan masih banyak kondisi sarana dan prasarana sekolah di Indonesia belum tercukupi dengan baik.

“Masih banyak sekali sekolah kita yg ruang kelasnya rusak dan perlu diperbaiki. Masih memprihatinkan. Lalu sekitar 34 persen tingkat SMP itu yang tak punya perpustakaan. 38 persen gak punya laboratorium,” kata Arifin, Jumat (10/9/2021).

Arifin juga mengatakan bahwa saat ini kementerian ramai-ramai melakukan refocusing anggaran di tengah pandemi. Ia menilai seharusnya anggaran yang tak terlalu mendesak di Kemendikbud bisa dialokasikan untuk hal yang sangat mendesak saat ini.

“Yang gak mendesak harus dialihkan ke yang sangat mendesak. Dalam kondisi refocusing itu kok ada anggaran yg menurut saya bisa dialihkan ke yang lain,” kata dia.

Senada, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti turut menyoroti anggaran renovasi ruang kerja Nadiem. Ia menyatakan besaran anggaran untuk merenovasi ruangan menteri itu lebih besar ketimbang anggaran Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) ada tahun anggaran 2021 ini.

“Anggaran Rp6,5 miliar itu lebih tinggi dibandingkan dengan anggaran BSNP 2021 sebesar Rp6 miliar. Silakan masyarakat yang menilai,” kata Abdul Jumat (10/9).

Diketahui, Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) mencatat tender dibuka untuk penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A. Nilai pagu paket sebesar Rp6.500.000.000. Sementara Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp5.391.858.505.

Pelaksana tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbudristek Anang Ristanto merinci renovasi tersebut dilakukan untuk menambah ruang kerja pejabat baru, staf khusus menteri, hingga ruang kerja Nadiem.

Renovasi itu diklaim dilakukan pada keseluruhan lantai 2 Gedung A Kemendikbudristek. Hal itu merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur riset dan teknologi. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here