PBNU Buka Beasiswa ke Mesir

48
Masjid Universitas Al-Azhar Kairo.
Masjid Universitas Al-Azhar Kairo.

Jakarta, Muslim Obsession – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) membuka Pendaftaran Beasiswa ke Mesir bagi para kadernya.

Kader-kader terbaik PBNU diimbau untuk menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir dengan beasiswa.

Achmad Sudrajat, Penaggungjawab program Seleksi Beasiswa Universitas Al-Azhar mengatakan, untuk menyaring penerima beasiswa ke Al-Azhar, PBNU membuka pendaftaran melalui email tanggal 10-16 Juni 2019.

“Persyararatan pendaftaran berupa berkas fotokopi ijazah dan transkrip nilai, akta kelahiran asli dan fotokopi, SKCK, surat kesehata yang menyatakan bebas dari AIDS dan hepatitis C,” kata Sudrajat, Rabu (12/6/2019).

Berkas-berkas tersebut dikatakan Sudrajat nantinya akan diterjemahkan oleh penerjemah resmi dan tersumpah dalam Bahasa Arab dan dilegalisir oleh Kemenkumham dan Kemenlu.
Seluruh persyaratan tersebut Sudrajat menambahi, dikirimkan melalui email pbnuscholarship@gmail.com paling lambat 16 Juni 2019.

Selain persyaratan di atas pendaftar juga harus menyerahkan pasport, pasfoto berwarna ukuran 4×6 dengan latar merah dan latar putih masing-masing sebanyak enam lembar, membawa surat rekomendasi dari PWNU atau PCNU asal pendaftar, dan menulis surat pernyataan sebagai kader NU dan bersedia berkhidmat untuk NU setelah selesai studi.

Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap persyaratan berkas harus mengikuti seleksi ujian tulis dan lisan dengan membawa berkas dalam bentuk hardcopy. Seleksi ujia tulis dan lisan sendiri dijadwalkan 25 Juni 2019 di Gedung PBNU Kramat Raya 164 Jakarta Pusat mulai pukul 09.00 WIB.

Ujian tulis menggunakan Bahasa Arab meliputi Nahwu, Shorof, Balaghah, Imla, Insya’, pengetahuan umum, terjemah Bahasa Indonesia ke Arab, serta Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia.

“Sementara untuk ujian lisan menggunakan Bahasa Arab meliputi percakapan, terjemah dan pemahaman teks dengan membaca kitab kuning dan materi kontemporer, serta hafalan Al-Qur’an minimal lima juz,” kata Ajat.

Selain itu, pada saat ujian administrasi, peserta dikenai biaya sebesar Rp250.000 yang dibayarkan pada saat ujian tulis. (Way)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here