PBB: Lebih dari 12.000 Anak Tewas atau Cacat Akibat Konflik Bersenjata

484
Anak-anak Suriah (Foto: AFP)

Jakarta, Muslim Obsession Lebih dari 12.000 anak-anak tewas atau cacat dalam konflik bersenjata pada tahun 2018. Demikian laporan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang dirilis pada Selasa (30/7/2019).

PBB juga memverifikasi lebih dari 24.000 pelanggaran berat terhadap anak-anak pada tahun 2018. Angka ini termasuk kekerasan seksual, serangan terhadap sekolah dan rumah sakit serta perekrutan tentara anak-anak.

Guterres mengatakan dia berduka dengan meningkatnya jumlah pelanggaran berat, yang meningkat dari sekitar 21.000 pada tahun 2017. Dia juga merasa terkejut dengan jumlah anak yang terbunuh dan cacat, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicaranya.

Jumlah ini juga meningkat dari perkiraan setidaknya 10.000 pada 2017. Laporan tersebut juga mencatat peningkatan yang mengkhawatirkan dalam pelanggaran yang dilakukan oleh aktor negara dan pasukan internasional yang bertentangan dengan kelompok bersenjata dibandingkan dengan jumlah 2017.

Sekitar 3.000 korban anak dihitung di Afghanistan, sekitar 1.800 di Suriah dan sekitar 1.600 di Yaman, ketika pertempuran berlanjut dalam konflik-konflik itu. Lebih dari 7.000 anak-anak direkrut sebagai tentara anak di seluruh dunia pada tahun 2018, dengan jumlah tertinggi tercatat di Somalia, Nigeria dan Suriah.

Guterres juga mencatat bahwa Somalia memiliki jumlah tertinggi kasus kekerasan seksual yang dilaporkan terhadap anak-anak dan penculikan pada tahun 2018. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here