PBB Desak Putin dan Erdogan Cegah Banjir Darah di Idlib

609
Vladimir Putin dan Recep Tayyip Erdogan (Foto: Zee News)

Idlib, Muslim Obsession Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan harus segera bertindak untuk mencegah pertumpahan darah di Provinsi Idlib, markas pemberontak besar terakhir di Suriah. 

Demikian ditegaskan oleh utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura di Jenewa pada Selasa (4/9/2018) waktu setempat, seperti dilansir situs rferl. Menurutnya, Putin dan Erdogan akan membuat perbedaan besar.

Seperti kita tahu, Rusia telah memberikan dukungan penting kepada Assad selama perang di Suriah. Di mana telah menewaskan ratusan ribu orang dan menelantarkan jutaan orang lainnya sejak tindakan keras pemerintah terhadap demonstran pada Maret 2011.

Turki sendiri mendukung kelompok-kelompok oposisi. Juga turut mensponsori bersama Rusia dan Iran, sekutu penting Assad lainnya dalam perang Suriah.

Idlib adalah rumah bagi sekitar 3 juta warga sipil. PBB telah memperingatkan bahwa sekitar 800.000 orang dapat dipaksa keluar dari rumah mereka oleh setiap serangan besar-besaran pemerintah. Setidaknya, lebih dari 400.000 orang tewas dan jutaan orang terlantar akibat perang.

Sebelumnya pada 4 September kemarin, Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris untuk Hak Asasi Manusia melaporkan bahwa jet Rusia melakukan puluhan serangan udara di daerah yang dikuasai pemberontak di Idlib dan provinsi lainnya, hingga menewaskan sedikitnya 12 warga sipil.

Menurut media pemerintah Suriah, jika dikonfirmasi artinya mereka akan menjadi serangan udara Rusia pertama di sana dalam tiga minggu. Sementara itu, jet Israel yang terbang di atas Lebanon menyerang sasaran di provinsi Hama dan Tartous Suriah. (Vina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here