Paus Sedih Hagia Sophia Kembali Jadi Masjid

116

Jakarta, Muslim Obsession – Sri Paus Fransiskus mengaku beberapa hari terakhir ini selalu memikirikan Hagia Sophia. Ia sedih dan prihatin atas keputusan Turki yang mengubah monumen era Bizantium, Hagia Sophia kembali menjadi masjid.

Melansir Arab News, Surat Kabar Vatikan Osservatore Romano pada Ahad (12/7/2020) merespons reaksi berbagai negara tentang keputusan Turki yang mengubah monumen Hagia Sophia dari museum kembali menjadi masjid.

“Saya memikirkan Istanbul. Saya sedang memikirkan Hagia Sophia. Saya sangat sedih,” ujar Paus sebagai reaksi pertama Vatikan terhadap keputusan yang menuai kritik internasional itu.

Pau sedih atas keputusan Turki karena dengan dijadikan sebagai masjid, maka segela sesuatu yang berkaitan dengan Kristen bisa jadi akan dihapus. Termasuk ornamen dam lukisan-lukisan Yesus. Pasalnya Hagia sebelumnya adalah gereja Katedral di Kekaisaran Bizantium Kristen.

Namun, ketika Konstantinopel (Istanbul) ditaklukkan oleh Ottoman pada 1453, bangunan itu diubah fungsinya menjadi masjid. Lalu dirubah lagi menjadi museum pada massa kepemimpinan Presiden sekuler Mustafa Kemal Ataturk.

Presiden Recep Tayyip Erdogan, kemudian memangkas pilar sekuler di negara mayoritas Muslim itu, ia mengumumkan pada Jumat kemarin bahwa ibadah shalat umat Islam di dalam Hagia Sophia akan dimulai pada 24 Juli mendatang.

Pada masa-masa sebelumnya, dia juga sudah berulang kali menyerukan agar bangunan yang menakjubkan itu diganti namanya menjadi masjid dan pada 2018, dia bahkan pernah membacakan sebuah ayat dari Al-Quran di Hagia Sophia.

Uni Eropa, termasuk Yunani, Perancis dan Amerika Serikat (AS) telah melayangkan kritik serius terhadap keputusan Turki yang mengubah museum Hagia Sophia kembali menjadi masjid. Namun Erdogan tak bergeming.

Keputusan itu menimbulkan kekhawatiran akan masa depan Hagia Sophia yang pernah menjadi tempat ibadah umat Kristiani itu dan sudah menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO.

Karena statusnya sudah menjadi masjid, selama ibadah shalat dilaksanakan di dalamnya, pemerintah Turki bermaksud menutup gambar Yesus, Bunda Maria dan orang-orang kudus Kristen dengan teknologi khusus yang menggunakan teknik pencahayaan, sebagaimana dilaporkan Greek City Times.

Menurut media setempat, tirai khusus akan digunakan selama ibadah shalat berlangsung. Ada pun karpet akan digelar di lantai yang menyala untuk menggelapkan ruangan agar gambar-gambar dari ajaran Kristen tidak tampak.

Keputusan Hagia Sophia menjadi masjid mendapat repons positif dari seluruh masyarakat Turki. Termasuk negara-negara Muslim dunia. Kembalinya Hagia Sophia juga disebut menjadi simbol kembangkitan kembali Islam di era modern. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here