Patut Curiga, Ternyata Ada Rahasia di Balik Kealiman Gus Baha

92
Gus Baha. (Foto: narasi)

Muslim Obsession – Sosok Gus Baha dengan dakwahnya yang khas menjadi sangat fenomenal. Tak cuma karena kedalaman ilmunya, lelaki bernama KH. Bahauddin Nursalim tersebut juga dikagumi karena kesederhanaannya.

Akun Gus Baha Online mengunggah tulisan Ismael Amin Kholil yang memberikan pandangannya tentang Gus Baha. Lewat tulisannya, Ismael menaruh curiga bahwa ada sesuatu yang istimewa di balik kehebatan Gus Baha.

Berikut tulisannya:

Dari dulu saya selalu curiga, bahwa di balik sosok hebat pasti ada peran seorang waliyyullah di sana.

Saya pernah menceritakan bahwa Habib Ali Al-Jufri lahir dalam keluarga politik, ayahnya adalah mantan Wakil Presiden Yaman.

BACA JUGA: Pesan Gus Baha, Berdoalah Tapi Jangan Mendikte Allah

Tapi karena sang ayah seringkali membawa Habib Ali kecil sowan ke Ndalem Al-Quthub Habib Abdul Qodir Assegaff, akhirnya Habib Ali bisa menjadi sosok ulama besar yang kita kenal saat ini.

Gus Baha ternyata juga begitu, beliau ini adalah “korban” cipratan barokah waliyullah. Ceritanya dulu ketika Gus Baha masih kecil, Abah beliau Yai Nur Salim seringkali mengajak beliau sowan ke ulama-ulama Lasem. Dan salah satu ulama yang disowani abah beliau waktu itu adalah Waliyullah Mbah Yai Hamid Baidhowi.

Ketika melihat Gus Baha, Mbah Hamid spontan dawuh kepada Yai Nur Salim, “Anakmu besok sing bakale paling ngalim yo cah iki.. (anakmu yang bakal paling alim itu ya anak ini — sambil menunjuk ke arah Gus Baha)”.

Barokah dawuh, doa dan pandangan Mbah Hamid waktu itu, Gus Baha bisa menjadi tokoh hebat yang diidolakan jutaan orang seperti yang kita kenal saat ini.

BACA JUGA: Gus Baha: Belum ada yang Mencintai Nabi Seperti Orang Indonesia

Membaca sejarah hidup Habib Ali dan Gus Baha, saya teringat gubahan indah pengarang Nazhom Riyadhotussibyan:

و ليلتزم فعل الكرام الأوليا * المتقين الصالحين الأتقيا

و يعتمد ْجلوسه بينهمُ * حتى يوافق طبعُه طبعَهمُ

“Hendaknya sejak dini, kita sudah mengajarkan anak-anak kita untuk mengikuti jejak orang-orang mulia para wali, para shalihin, para kekasih Allah.

Kita juga harus membiasakan anak-anak kita untuk duduk bersama mereka, agar tabiat anak-anak kita bisa serasi dan “mencocoki” tabiat mereka”.

Barokah Gus Baha, Habib Ali, dan para kekasih Allah lainnya. Karuniakan kami Ya Rabb, keturunan yang shalih dan shalihah, yang menyejukkan mata dan menenteramkan hati.

Ismael Amin Kholil, Bangkalan, 13 Oktober, 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here