Pasca Terbunuhnya Guru di Prancis, Masjid di Paris Ditutup

67

Jakarta, Muslim Obsession – Pasca terbunuhnya guru sejarah di Prancis, pihak berwenang Prancis akhirnya menutup sebuah masjid di Paris sebagai bagian dari tindakan keras terhadap Islam radikal.

Samuel Paty, seorang guru sejarah di Prancis sebelumnya dipenggal kepalanya gara-gara menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Tindakan itu membuat marah seorang Muslim yang dituding radikal.

Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan seperti dilansir AFP, Selasa (20/10/2020) masjid di pinggiran kota padat penduduk di timur laut Paris itu telah menyebarkan video di halaman Facebook-nya beberapa hari sebelum pembunuhan mengerikan pada hari Jumat (16/10), yang mencerca pilihan materi guru Samuel Paty untuk diskusi kelas tentang kebebasan berekspresi.

Kementerian Dalam Negeri menyatakan bahwa masjid yang memiliki sekitar 1.500 jamaah tersebut, akan ditutup mulai Rabu (21/10) malam selama enam bulan.

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, yang pada Senin (19/10) bersumpah bahwa “tidak akan ada istirahat satu menit pun bagi musuh-musuh Republik”, telah meminta otoritas regional untuk melakukan penutupan masjid tersebut.

Pada hari Senin (19/10), polisi meluncurkan serangkaian penggerebekan yang menargetkan jaringan Islam.

Sebelumnya, Paty (47) diserang dalam perjalanan pulang dari sekolah menengah pertama tempat dia mengajar di Conflans-Sainte-Honorine, 40 kilometer barat laut Paris.

Foto sang guru dan pesan yang mengakui pembunuhannya ditemukan di ponsel pembunuhnya, Chechen Abdullakh Anzorov yang berusia 18 tahun, yang juga memposting gambar tubuh yang dipenggal di Twitter. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here