Pasca Pemilu, Turki Akan Pererat Hubungan dengan Negara Muslim

866
Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali memenangi pemilu, Senin (25/6/2018). (Foto: Chicago Tribune)

Ankara, Muslim Obsession – Setelah habisnya pesta demokrasi, Turki berencana meningkatkan hubungannya dengan dunia Muslim. Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu di hadapan pemimpin muslim dari AS, Selasa (25/6/2018).

“Kami juga akan memperkuat hubungan kami dengan saudara-saudari Muslim kami dan negara-negara persaudaraan kami,” katanya.

Dikutip dari Anadolu, Cavusoglu mengemukakan alasan bahwa tanggung jawab pemerintah tidak hanya terbatas pada Turki. Ia menyebut jika selama 16 tahun terakhir Turki telah memikul tanggung jawab untuk Muslim yang tertindas.

Cavusoglu berpendapat, ke depan Turki akan memiliki pemerintahan yang lebih kuat, majelis yang lebih kuat, dan institusi yang lebih kuat. Oleh karenanya, Turki akan mengambil tindakan cepat untuk memenuhi kebutuhan kaum tertindas. Semakin bagus pertumbuhan dan kuat ekonomi  Turki, maka kian baik dukungan yang akan  diberikan.

Di sisi lain, Turki juga akan melancarkan tindakan untuk meluruskan kesalahpahaman persepsi tentang Islam, yang dinilainya sebagai tren serius di dunia.

“Hal ini sangat memprihatinkan bagi kami. Itu bukan hanya karena kami berpikir tentang diri kami sebagai Muslim tetapi kami harus memikirkan masa depan dunia, khususnya soal Yerusalem,” tegasnya.

Sebelumnya, pada 13 Juni, Turki dan Aljazair memimpin resolusi untuk mendesak perlindungan rakyat Palestina yang disahkan dalam Majelis Umum dengan 120-8 suara dengan 45 negara di antaranya abstain.

Seperti diketahui, pada pemilu Turki yang baru saja berakhir, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali terpilih. Erdogan meraih lebih dari setengah dari total suara yang sah. Hebatnya, Erdogan meraih kemenangan di tengah tingginya partisipasi politik yang sangat tinggi. Jumlah pemilih disebutkan mencapai 87 persen.

Kemenangan Erdogan disebut-sebut sebagai kemenangan “mayoritas absolut” atau lebih dari 50 persen suara sehingga tidak perlu digelar pemilu putaran kedua.

Kemenangan Recep Tayyip Erdogan dalam pemilihan presiden Turki dirayakan para pendukungnya di sejumlah negara Eropa. Para anggota the Union of International Democrats dan Fikri Asim Association, dua organisasi yang merepresentasikan Turki di Inggris, merayakan kemenangan Erdogan.

Pemandangan serupa terjadi juga di sejumlah negara Eropa lainnya, seperti di Jerman, Perancis, Makedonia, dan Swiss. Di Austria, warga Turki yang tinggal di ibu kota Wina bersukacita dengan mengibarkan bendera dan meneriakkan slogan-slogan yang mendukung Turki dan Erdogan. (Fath)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here