Pasca Gempa-Tsunami, MUI Imbau Tak Lakukan Penjarahan

352

Jakarta, Muslim Obsession – Situasi keamanan terancam setelah terjadinya musibah gempa bumi dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah dan sekitarnya.

Kondisi di Kota Palu, Donggala, Sigi, dan Toli Toli, Sulawesi Tengah, serta sebagian Mamuju Utara, Sulawesi Barat, tak hanya porak-poranda, tapi mulai berdampak pada situasi keamanan.

Sejumlah warga di Kota Palu dikabarkan mulai menjarah toko, warung, hingga Stasiun Pengusian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah titik di pusat kota.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi mengimbau kepada masyarakat terdampak bencana untuk tetap sabar dan menahan diri serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Misalnya mengambil barang yang bukan miliknya atau melakukan penjarahan. Karena melakukan penjarahan tidak dibenarkan menurut hukum dan ajaran agama.

“Kami berdoa semoga korban yang meninggal dunia husnul khotimah, diampuni semua dosa-dosanya dan di tempatkan di surga oleh Allah SWT dan keluarga korban yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan iman,” kata Zainut, Ahad (30/9/2018).

Bagi para korban yang mengalami luka-luka, kata Zainut, semoga segera diberikan kesembuhan dan kembali pulih seperti sediakala. MUI juga mengimbau kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah darurat mengatasi musibah tsunami dan gempa tersebut.

Pemerintah diimbau mengutamakan keselamatan jiwa manusia, mengevakuasi dan mengurus jenazah korban, mencukupi kebutuhan dasar seperti air bersih, kecukupan bahan makanan dan tempat pengungsian. Serta mencukupi tenaga medis dan obat-obatan, memulihkan jaringan transportasi, listrik dan telekomunikasi.

“MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menggalang solidaritas nasional, bahu-membahu, bergotong royong dan bekerja sama untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah sehingga dapat meringankan beban yang dihadapi mereka,” tukasnya.

Zainut menegaskan, dengan semangat kerjasama dan gotong royong Insya Allah bisa menyelesaikan masalah dengan baik. Kedepannya, pemerintah perlu memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia bahwa masyarakat mendiami wilayah yang rawan gempa.

Sehingga masyarakat mengetahui daerah mana saja yang rawan gempa dan bagaimana cara untuk mengatasinya jika terjadi gempa. Dengan demikian masyarakat lebih memiliki kesiapan untuk menghadapi musibah yang akan terjadi. (Bal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here