Pasca Bom Kabul, AS Serang ISIS di Afghanistan

62

Jakarta, Muslim Obsession – Presiden Amerika Serikat atau AS menunaikan janjinya untuk menyerang ISIS di Afghanistan pasca terjadinya bom di Bandara Kabul yang disebut dilakukan oleh kelompok ISIS.

Serangan AS terhadap ISIS dilakukan dengan menggunakan pesawat tak berawak. Serangan tersebut menghantam mobil para pembom (bomber) bunuh diri ISIS. Mobil itu penuh bahan peledak dan sedang dalam perjalanan ke bandara internasional di Kabul, Afghanistan untuk serangan ke dua kalinya. 

Departemen Pertahanan Amerika mengonfirmasi bahwa serangan udara mereka telah menghantam kendaraan yang membawa beberapa pembom bunuh diri.

Serangan itu terjadi saat Presiden Joe Biden secara resmi menerima jenazah 13 tentara Amerika, korban serangan bom bunuh diri ISIS-K di gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Kamis pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan Kapten Bill Urban, pejabat dari Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan:

“Pasukan militer AS melakukan serangan udara tak berawak di atas cakrawala hari ini [Minggu] pada sebuah kendaraan di Kabul, menghilangkan ancaman ISIS-K yang akan segera terjadi di Bandara Internasional Hamad Karzai.”

Kapten Urban mengatakan Komando Pusat AS yakin berhasil mencapai target dan meyakini mobil yang dikendarai oleh para tersangka teroris itu membawa sejumlah besar bahan mematikan.

“Ledakan sekunder yang signifikan dari kendaraan menunjukkan adanya sejumlah besar bahan peledak,” katanya, yang dilansir news.com.au, Senin (30/8/2021).

Mobil itu berada di area perumahan Kabul ketika serangan itu terjadi, di mana para pejabat menambahkan pengemudi berniat melakukan serangan di bandara.

“Kami menilai kemungkinan korban sipil, meskipun kami tidak memiliki indikasi saat ini,” kata Urban. “Kami tetap waspada terhadap potensi ancaman di masa depan.”

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid juga mengonfirmasi kepada wartawan bahwa ada pembom bunuh diri yang mengendarai kendaraan yang penuh dengan bahan peledak.

Tak ada korban sipil yang dilaporkan terkait serangan drone AS. Serangan drone terbaru ini mengindikasikan insiden terpisah dari serangan roket lain di Kabul, yang menurut kepala polisi kota setempat menewaskan satu anak.

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan memperingatkan bahwa AS akan terus melakukan serangan saat fase terakhir evakuasi berlanjut.

“Kami akan terus melakukan serangan jarak jauh seperti yang kami lakukan selama akhir pekan terhadap fasilitator dan komplotan ISIS-K,” katanya kepada CBS.

“Dan ya, kami akan mempertimbangkan operasi lain untuk mengejar orang-orang ini, untuk mendapatkan mereka dan membawa mereka keluar dari medan perang.” (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here