Pasangan Tunanetra Ini Bikin Al-Quran Braille dengan Terjemahan Bahasa Inggris

809

Yadira Thabatah

“Bagaimana Anda mengharapkan Muslim buta memiliki tingkat kepercayaan tertentu jika mereka bahkan tidak bisa membaca kitab mereka sendiri?” tanya Nadir, seperti dilansir About Islam, Rabu (13/3/2019).

Diciptakan hampir 200 tahun yang lalu di Perancis, braille adalah sistem penulisan taktil yang memungkinkan orang tunanetra membaca dan menulis.

Pola titik-titik biasanya diangkat di atas kertas timbul, sehingga dapat dibaca dengan sentuhan jari, mewakili huruf dan simbol dalam bahasa apa pun.

Al-Quran itu sendiri telah tersedia dalam huruf braille dalam bahasa Arab sejak tahun 1980-an ketika sebuah braille Quran pertama kali diterbitkan di Turki.

Terjemahan bahasa Inggris populer Abdullah Yusuf Ali tersedia dalam versi braille di Library of Congress. Dengan bangga, pasangan ini sudah menghasilkan lebih dari 150 Al-Quran braille untuk dibagikan kepada Muslim yang memiliki keterbatasan penglihatan.

Bagi mereka, Al-Quran versi mereka adalah sebuah langkah kemajuan yang besar bagi Muslim tunanetra, yang sering kali dapat diasingkan dari komunitas Islam karena tidak dapat diaksesnya.

“Ini tentang menghilangkan stigma terhadap orang yang buta. Ini tentang kesetaraan dan keadilan. Muslim tunanetra memiliki otonomi dan kemampuan untuk berkembang,” kata Yadira. (Vina)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here