Parmusi Siapkan Desa Madani di Mandailing Natal

140
Kafilah Dakwah Parmusi yang dipimpin Ketum H. Usamah Hisyam usai meresmikan Desa Madani di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (9/9/2019).

Mandailing Natal, Muslim Obsession – Di luar prediksi rencana awal, rombongan Kafilah Dakwah Desa Madani Parmusi tiba di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara pada Selasa (11/9/2019) malam.

Namun setelah menempuh perjalanan darat dari Kota Medan selama 20 jam, rombongan Kafilah Dakwah Parmusi yang dipimpin Ketua Umum H. Usamah Hisyam sampai Mandailing pada Rabu (12/9) pagi.

Sedianya di sela-sela agenda safari dakwah ini, Pengurus Pusat Parmusi akan bersilaturahmi dengan jajaran Pengurus Daerah (PD) Parmusi Mandailing Natal. Hanya saja karena kendala teknis, silaturahmi dengan semua jajaran pengurus diurungkan. Namun Usamah tetap menemui Ketua PD Parmusi Mandailing Natal Akhir Lubis di Masjid Agung Nur Ala Nur, dan dilanjutkan di sarapan pagi di rumah makan padang.

Pertemuan yang singkat itu digunakan untuk konsolidasi organisasi dalam rangka penguatan Parmusi. Usamah mengapresiasi PD Parmusi Mandailing Natal yang diisi oleh anak-anak muda. Mereka diharapkan bisa menjadi motor penggerak utama untuk kemajuan Parmusi di kabupaten tersebut.

“Kami mohon maaf atas keterlambatan ini. Perjalanan darat ini ternyata tidak bisa diprediksi karena sangat jauh. Kita juga sempat berhenti lama karena harus ganti ban yang bocor. Jalan juga sedikit pelan karena berliku, naik-turun bukit,” ujar Usamah menceritakan.

“Tapi saya bangga dengan Lubis yang sudah berjuang merekrut anak-anak muda untuk dijadikan pengurus Parmusi. Saya melihat di tangan mereka ada semangat baru untuk mengembangkan Parmusi di Mandailing Natal. Harapan itu semoga terwujud,” sambungnya.

Masjid Agung Nur Ala Nur di Madina. (Foto: Daisy A)
Disambut Ketua PD Parmusi Mandailing Natal, Akhir Lubis, Ketum Parmusi H. Usamah Hisyam dan istri serta rombongan sempat beristirahat dan makan siang di sebuah Rumah Makan Padang.

Usamah bersama istri yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi, Daisy Astrilita, menyarankan agar pengurus Parmusi Mandailing Natal segera melakukan pengkaderan yang diikuti oleh para dai. Dengan paradigma dakwah yang baru, para dai yang sudah jadi anggota itu nantinya dijadikan pengurus di setiap kecamatan.

“Melalui wadah Parmusi, para dai ini nanti bisa lebih leluasa berdakwah menyiarkan ajaran Islam ke masyarakat, karena peran mereka sangat luas,” tuturnya.

Usamah kembali menegaskan, orientasi Parmusi bukan hanya sekadar menjadikan para dai ini memiliki pengetahuan keagamaan. Namun Parmusi juga bertekad menyejahterakan para dai dengan membentuk kemandirian ekonomi masyarakat melalui Gerakan Desa Madani, dimana Dai Parmusi menjadi penggerak utamanya.

“Proyeksi kita pada 2020 sudah terbentuk 340 Desa Madani di seluruh wilayah di Indonesia. Saya melihat Mandailing Natal ini cukup besar potensinya untuk dijadikan pilot project Desa Madani, karena 90 persen masyarakat di kabupaten ini Muslim, punya banyak pondok pesantren dan punya banyak dai,” jelasnya.

Mengamini Usamah, Akhir Lubis pun optimis Parmusi bisa berkembang di Mandailing Natal karena 17 pengurusnya diisi anak-anak muda yang sudah selesai kuliah. Mereka kebanyakan adalah lulusan pondok pesantren yang sudah memiliki basic ilmu agama yang kuat. Semangat mereka bergabung sudah sesuai dengan orientasi Parmusi yang mengedepankan dakwah sebagai pilar utamanya.

“Hanya saja kita ini belum lama terbentuk, jadi kita masih butuh banyak bimbingan dan arahan dari pengurus pusat agar program kami sesuai dengan aturan organisasi,” tuturnya.

Bis yang membawa rombongan Kafilah Dakwah Parmusi sempat mengalami bocor ban sebanyak 2 kali dalam perjalanan dari Medan menuju Padang.

Perkembangan Parmusi di Mandailing Natal cukup bagus karena setelah dibentuk pada 2016 lalu, Parmusi di kabupaten ini sudah memiliki sekretariat yang berada di pusat kota. Ia berharap di lain kesempatan, PP Parmusi yang dipimpin Usamah Hisyam bisa kembali ke Mandailing Natal untuk bersilaturahmi dengan pengurus sekaligus melihat perkembangan Desa Madani di Sumut.

Ia sendiri membenarkan bahwa Mandailing Natal layak dijadikan pilot project Desa Madani sesuai dengan alasan yang disampaikan Usamah. Ada beberapa desa yang dianggap layak, yakni Desa Muarapotan di Kecamatan Kotanopan, Desa Simandolam di Kecamatan Kotanopan, Desa Patialo di Kecamatan Kotanopan, Desa Runding di Kecamatan Panyabungan Barat, dan masih banyak desa-desa lain.

“Dengan Desa Madani kita bersiap menjadikan Madina (Mandailing Natal) yang madani. Secara nama saja kita sudah menemukan kecocokan Madina yang Madani melalui Desa Madani,” tandasnya.

Usai berbincang-bincang, Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam dan rombongan Kafilah Dakwah Parmusi kemudian melanjutkan perjalanan ke Padang, Sumatera Barat untuk menghadiri acara peresmian Desa Madani dan Musyawarah Wilayah (Muswil) Parmusi Sumatera Barat. Perjalanan ditempuh kurang lebih 12 jam dari Mandailing Natal melewati Bukit Barisan.

Kota Padang menjadi destinasi tujuan kedua setelah rombongan Kafilah Dakwah Parmusi mengunjungi Medan pada Senin (9/9/2019). Selama Sembilan hari hingga tanggal 17 September mendatang, rombongan melakukan Safari Dakwah Desa Madani Parmusi ke lima provinsi, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Pada Safari Dakwah Parmusi kali ini Usamah Hisyam juga didampingi Sekjen Parmusi Abdurrahman Syagaff, Ketua Lembaga Dakwah Parmusi (LDP) KH. Syuhada Bahri, Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Ketua Umum Muslimah PP Parmusi Nurhayati Payapo, dan Bendahara Umum PP Parmusi Dewi Achyani, serta sejumlah jajaran pengurus di masing-masing wilayah. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here