Parmusi Resmikan Enam Desa Madani di Pedalaman NTT

313

Ende, Muslim Obsession – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam bersama rombongan kembali melakukan safari dakwah ke wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ada tiga tempat yang dikunjungi, yakni Kupang, Ende, dan Malaka.

Setelah mendarat dari Jakarta ke Kupang, pada Jumat (22/11/2019), Usamah langsung melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Ende untuk meresmikan Desa Madani Parmusi.

Ada tiga desa yang diresmikan, yakni Desa Mukusaki di Kecamatan Wewaria, Desa Borokanda di Kecamatan Ende Utara, dan Desa Waitukan di Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur.

Desa yang dikembangkan Parmusi ini mencakup sektor perikanan, perkebunan dan perternakan. Sebab sebagian besar masyarakat di desa itu adalah nelayan dan petani.

Adapun perkebunan meliputi penanaman bibit kakau, dan kelapa, peternakan sapi, serta pemberian alat tangkap ikan bagi nelayan.

“Untuk Desa Mukusaki dan Desa Borokanda masing-masing ada tanah 1.000 hektar yang kami kelola untuk pengembangan Desa Madani Parmusi di sektor perternakan dan perkebunan,” ujar Ketua Pengurus Daerah Parmusi Kabupaten Ende, Abu Bakar Longgi SH, di Desa Borokanda, Jumat.

Kepada masyarakat yang hadir, Usamah terus menekankan pentingnya menanamkan iman dan takwa di masyarakat. Ia percaya sebuah desa akan mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wa ta’ala jika masyarakatnya memiliki keimanan yang kuat kepada Allah dan agamanya.

“Karena itu dalam Desa Madani ini pilar utama yang harus dikuatkan pondasinya adalah iman dan takwa,” ujar Usamah yang hadir didampingi Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, dan Ketua Pengurus Wilayah (PW) Parmusi NTT, Abu Lamahoda.

Usamah menyebut tolok ukur iman dan takwa yang kuat itu antara lain bisa dilihat dari berapa jumlah shalat subuh di masjid. Jika jamaah shalat subuhnya hanya satu baris atau bahkan kurang dari satu baris, maka, Desa Madani itu tidak bisa dikatakan paripurna, sebab iman dan takwa menjadi kunci utama.

“Bagaimana kita bisa mendapat keberkahan dari Allah kalau rumah Allah saja tidak pernah kita kunjungi. Pagi-pagi sebelum berangkat nyari ikan di laut bapak-bapak harus shalat berjamaah dulu di masjid, ini tugas ibu-ibu membangunkan suaminya ke masjid, karena yang memberikan rezeki kalian itu Allah,” tegas Usamah.

Usamah menjelaskan, setelah iman dan takwa diperkuat, maka selajutnya pilar utama Desa Madani adalah penguatkan ekonomi, kepedulian sosial dan terakhir pendidikan.

“Kalau rasa keimanan dan ketakwaan kita sudah kuat, insya allah rahmat Allah akan turun kepada kita, sehingga pilar lain bisa mudah kita jalankan,” jelas Usamah.

Sementara itu, di waktu yang sama Parmusi juga meresmikan tiga Desa Madani di Kabupaten Malaka, yakni Desa Harekakae dan Desa Wehali di Kecamatan Malaka Tengah serta Desa Weoe di Kecamatan Wewiku.

Peresmian Desa Madani Parmusi dihadiri Sekjen Parmusi Abdurrahman Syagaf, Wasekjen Abrar Tanjung, dan Ketua Muslimah Parmusi Nurhayati Payapo.

“Sama halnya di Ende, di Malaka Desa Madani Parmusi juga mengembangkan sektor perkebunan berupa bibit jagung, ubi dan kelapa di lahan yang sudah disiapkan untuk menunjang perekonomian warga,” ujar Abdurrahman Syagaf.

Bahkan di sejumlah tempat, Parmusi juga menyedikan sumur bor di Desa Sukabitete, Kota Belu yang digunakan warga untuk mengairi tanaman.

Sumur bor sangat diperlukan warga, mengingat tanah di sebagian wilayah NTT sangat kering, karena jarang terkena hujan. (Albar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here